Israel serang sukarelawan

Dua Sukarelawan Indonesia Sudah di Turki

Kompas.com - 03/06/2010, 09:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua sukarelawan Indonesia dari Sahabat Al-Aqsha, Okvianto dan Surya Fahrizal, yang sempat dirawat di rumah sakit di Israel kini sudah berada di Turki. Keduanya tengah melakukan rawat jalan untuk penyembuhan luka tembak pascaserangan Israel di kapal Mavi Marmara.

"Baru saja dapat kabar dari keluarga Ovi (Okvianto) bahwa dia sudah ada di Turki," kata Direktur Operasional Sahabat Al-Aqsha Amirullah Iman, Kamis (3/6/2010), saat dihubungi Kompas.com.

Amirullah mengaku sekitar 15 menit lalu ia dihubungi keluarga Ovi yang mengabarkan kondisi sukarelawan Sahabat Al-Aqsha tersebut. Dari Turki, Ovi mengontak keluarganya pagi ini. Namun, ia masih belum mengetahui kondisi Ovi dan Surya secara khusus. "Keluarga hanya mengatakan Ovi dan Surya masih rawat jalan di Turki," ujarnya.

Okvianto dan Surya Fahrizal merupakan dua sukarelawan asal Indonesia yang mengalami luka tembak saat penyerangan Israel terhadap rombongan misi kemanusiaan Freedom Flotilla di kapal Mavi Marmara.

Okvianto mengalami luka tembak di dada dan kaki, yang kemudian dirawat di RS Barzilai, Ashkleton, Israel. Sementara itu, Surya mengalami luka di bagian punggung dan sempat menjalani perawatan di RS Ramban, Haifa, Israel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau