JERUSALEM, KOMPAS.com — Israel, Kamis (3/6/2010), menolak seruan PBB dan berbagai pihak lain terhadap penyelidikan internasional atas serangan mematikan terhadap sebuah armada bantuan untuk Gaza pada Senin lalu.
Israel mengatakan, pasukan komandonya hanya menggunakan kekuatan setelah para aktivis di atas kapal utama yang berbendera Turki itu menyerang mereka. Sembilan aktivis terbunuh dalam serbuan Isarel tersebut.
Seorang pejabat di kantor perdana menteri Israel, Kamis, mengatakan, "Tidak ada kasus seperti itu dalam sejarah bahwa tentara sebuah negara demokrasi yang terlibat kematian warga sipil dalam operasi di luar negeri lalu menjadi sasaran dari penyelidikan internasional." Pejabat itu tidak mau namanya disebutkan. Menurutnya, pernyataan resmi dari Pemerintah Israel terhadap hal itu akan segara diumumkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang