Amman, Kompas
Demikian disampaikan Duta Besar (Dubes) RI untuk Jordania Zainulbahar Noor dalam ramah tamah dengan sejumlah relawan WNI yang berada di Amman, Kamis, di Kantor Kedutaan Besar RI di Amman.
Menurut Dubes, pihaknya menunggu setiap saat untuk menyambut Surya Fahrizal jika dievakuasi ke Jordania. Fahrizal dan Okvianto mengalami luka-luka akibat serangan pasukan komando Israel di atas kapal Mavi Marmara.
Adapun 10 relawan WNI yang dibebaskan Israel telah berada di Amman sejak Rabu pagi. Mereka disekap di Penjara Beersheva lebih dari 24 jam sebelum dideportasi ke Jordania.
Dubes Zainulbahar Noor menjelaskan, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari Sekjen Kementerian Luar Negeri Jordania Muhammad Siraj tentang kapan Surya Fahrizal bisa dibawa ke Jordania. Nasib Fahrizal masih belum diketahui karena masih dalam penanganan intensif tim dokter Israel.
Selama ini KBRI Amman, selain Pemerintah Jordania, mengandalkan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) Jordania dan Organisasi Amal Hasyimi Jordania (Jordan Hashemite Charity Organization/JHCO) untuk memperoleh informasi soal kondisi relawan WNI yang disekap Israel.
JHCO merupakan lembaga kemanusiaan nirlaba di bawah pimpinan langsung Raja Abdullah II. ICRC Jordania memiliki akses luas ke Israel.
Menurut Kepala Fungsi Ekonomi KBRI Amman Ari Wardhana, JHCO dan ICRC sangat bermanfaat di tengah ketertutupan Israel dalam hal informasi tentang relawan WNI dan masalah berita armada kapal misi kemanusiaan Gaza.
”Pihak KBRI Amman pernah menghubungi salah satu juru bicara Hamas, Fauzi Barhoum. Dubes Zainulbahar Noor juga telah menemui Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas untuk mendapatkan informasi tentang relawan WNI. Kami juga minta bantuan Ny Indah (WNI yang tinggal di Israel) dan Kedutaan Filipina di Amman yang juga punya kedutaan di Israel untuk mencari informasi tentang relawan WNI itu,” ungkap Wardhana.
Tiba-tiba, Selasa malam lalu, lanjut Wardhana, terembus berita bahwa Israel pada Rabu dini hari akan membebaskan dan mendeportasi 126 relawan dari mancanegara ke Jordania.
Dubes RI dan anggota staf KBRI Amman berangkat menuju perbatasan untuk antisipasi kemungkinan ada relawan WNI yang dideportasi Israel itu. ”Ternyata benar ada 10 relawan WNI yang dideportasi pada Rabu pagi,” kata Wardhana.
Dari Bethlehem, Mahmoud Abbas pada hari Rabu menyampaikan bahwa Otoritas Palestina akan menganugerahkan kewarganegaraan Palestina kepada semua aktivis di armada kapal kemanusiaan untuk Gaza.
Abbas menganggap Israel melakukan ”terorisme negara”. Dia meminta Dewan Keamanan PBB, kuartet pendorong perundingan Timur Tengah, dan badan-badan internasional memberikan perlindungan kepada rakyat Palestina dan berjuang menghapuskan blokade terhadap Jalur Gaza.
Abbas berharap reaksi seluruh rakyat Palestina terhadap penyerangan di tengah laut itu bisa menyatukan faksi Fatah dengan Hamas. Untuk tujuan itu, Abbas berencana mengirim delegasi tingkat tinggi Fatah dan PLO ke Jalur Gaza untuk mendiskusikan cara-cara mengakhiri krisis. Delegasi itu akan dipimpin pebisnis asal Nablus, Munib al-Masri.
Sementara itu, sebuah kapal Irlandia berisi bantuan juga dalam perjalanan ke Jalur Gaza. Kapal itu, MV Rachel Corrie, yang mengambil nama wanita AS yang tewas di Jalur Gaza tahun 2003, diperkirakan tiba pada Sabtu pagi. ”Kami memiliki peluang memasuki Jalur Gaza,” kata Derek Graham, warga Irlandia.(AFP/MTH/DAY/OKI)