Lampu Kuning buat Rooney

Kompas.com - 09/06/2010, 03:28 WIB

RUSTENBURG, SELASA -- Striker Inggris, Wayne Rooney, diperingatkan agar bisa mengelola emosinya atau berisiko terkena kartu merah pada Piala Dunia 2010. Rooney tak bisa menjaga temperamennya dengan mengumpat wasit saat Ingggris menang 3-0
pada uji coba melawan Platinum Stars, Senin (7/6).

Akibat emosi tak terkendali, Rooney mendapat kartu merah empat tahun lalu di Piala Dunia 2006 Jerman pada laga perempat final melawan Portugal saat Inggris kalah adu penalti. Ketidakmampuan Rooney mengontrol marahnya terlihat pada pertandingan uji coba di Kota Moruleng, Afrika Selatan, sehingga mendapat kartu kuning akibat mengumpat wasit dan tekel-tekel yang bisa dideskripsikan sebagai ”terlalu sembrono”.

Jeff Selogilwe, wasit yang memimpin laga Inggris melawan Platinum Stars, menerima permintaan maaf dan mendapat hadiah kaus dari Rooney. Namun, hal itu tidak mencegahnya untuk memberi peringatan kepada striker asal Manchester United itu.

”Saya sangat kecewa karena Rooney adalah pemain favorit saya,” kata Selogilwe. ”Ia adalah pemain yang bagus di TV, tetapi saat Anda melihatnya langsung di lapangan, ia terus menghina wasit. Bagi saya, Rooney hanya berusaha menghina orang dan melanggar pemain lain. Jika menghina wasit seperti saya, ia bakal menggunakan kata-kata vulgar untuk mengumpat wasit lain. Ia harus bisa mengontrol temperamennya. Ia bakal mendapat kartu merah di Piala Dunia, terutama jika ia menggunakan bahasa seperti itu.”

Rooney sangat penting bagi skuad Inggris. Itu terlihat ketika ia masuk di babak kedua melawan Platinum Stars yang membuat permainan Inggris lebih tajam. Ia memberi umpan kepada Joe Cole untuk menggandakan keunggulan Inggris sebelum mencetak gol ketiga memanfaatkan umpan silang James Milner.

Seusai laga, Rooney membantah tak mampu mengontrol temperamen dan menyatakan hanya tidak sabar menunggu aksi nyata di Afrika Selatan, yaitu Inggris bakal membuka laga melawan Amerika Serikat di Grup C, Sabtu akhir pekan ini. ”Kami siap, ini adalah laga persiapan untuk kami dan laga besar bakal datang Sabtu,” kata Rooney. ”Saya tidak sabar sekarang. Lebih cepat dimulai, lebih baik.”

Kaka optimistis

Penyerang Brasil, Kaka, semakin optimistis dengan penampilannya di Afrika Selatan setelah bermain mengesankan dengan mencetak gol di laga uji coba melawan Tanzania. Brasil menang 5-1 pada laga uji coba terakhir sebelum memulai perjuangan merebut gelar Piala Dunia keenam kalinya melawan Korea Utara pada 15 Juni mendatang.

”Saya merasa enak,” kata Kaka yang baru saja pulih dari cedera. ”Saya bermain lebih baik di laga ini. Saya hanya perlu lebih memperbaiki kondisi fisik. Namun, kami masih punya waktu seminggu lagi dan saya bakal siap,” kata Kaka yang bermain 90 menit di Dar es Salaam.

Portugal kehilangan Nani

Badai cedera terus menerpa tim-tim finalis Piala Dunia 2010. Ajang di Afrika Selatan itu kehilangan pemain-pemain terbaik, seperti David Beckham, Michael Ballack, Rio Ferdinand, dan Michael Essien, akibat cedera. Terakhir, Portugal harus kehilangan penyerang andalannya, Nani, karena mengalami cedera bahu kiri sehingga harus absen dari pergelaran di Afrika Selatan.

”Setelah tes, kami menyimpulkan, ia tidak bakal fit untuk berpartisipasi di Piala Dunia,” demikian pernyataan federasi sepak bola Portugal. Nani mengalami cedera saat berlatih, Jumat pekan lalu di Lisabon, sebelum terbang ke Afrika Selatan.

Sementara itu, Didier Drogba kembali bergabung bersama skuad Pantai Gading setelah menjalani operasi untuk menyembuhkan patah tulang lengannya. Meski demikian, juru bicara tim Pantai Gading, Eric Kacou, mengatakan, tidak mengetahui pasti Drogba bisa kembali berlatih atau apakah ia bisa bermain di Piala Dunia.

Peraturan FIFA membolehkan Pantai Gading untuk menunggu hingga Senin pekan depan, 24 jam sebelum laga pembuka mereka melawan Portugal di Port Elizabeth—untuk memutuskan akan mengganti Drogba atau tidak. Pelatih Pantai Gading Sven-Goran Eriksson mengatakan, ia berharap Drogba masih bisa bermain di Piala Dunia.

Sejumlah pemain bintang lain masih harus menunggu apakah bisa tampil di Piala Dunia atau tidak. Mereka di antaranya adalah gelandang Italia, Andrea Pirlo, dan penyerang Belanda, Arjen Robben. (afp/reuters/ray)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau