Gerakan indonesia bersih

DPR Bohongi Rakyat

Kompas.com - 09/06/2010, 21:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Koordinator Indonesia Bersih (GIB), Adhi M Massardi, menilai, Dewan Perwakilan Rakyat saat ini dalam proses mau membohongi rakyat, menyangkut kelanjutan proses hukum kasus pemberian dana talangan Bank Century.

"DPR saat ini sedang berproses menjilat ludahnya sendiri, sedang berproses membohongi rakyat," kata koordinator GIB, Adhi M Massardi, ketika ditanyakan soal kelanjutan proses hukum kasus Bank Century di Jakarta, Rabu (9/6/2010).

Adhi menjelaskan bahwa proses hukum kasus tersebut terkesan sangat lambat dan bertele-tele. "Saya minta, Panwas sebelum awasi KPK harus awasi DPR sendiri dulu. Kalau dari DPR sendiri tak serius, yang lain juga tak serius," kata Adhi.

Adhi menjelaskan bahwa DPR dalam kesimpulannya juga menyebutkan nama-nama yang bertanggung jawab, seperti Boediono, Sri Mulyani, dan Darmin Nasution. Namun, nama Darmin Nasution justru oleh Presiden diusulkan mendapat promosi sebagai calon gubernur BI.

"Jika Darmin Nasution diterima oleh DPR, berarti DPR telah menjilat ludahnya sendiri," kata Adhie. Seharusnya, DPR menurut Adhie harus konsisten dengan keputusan politiknya sendiri.

"Presiden SBY sebenarnya juga terkesan telah melecehkan DPR karena mengajukan Darmin Nasution ini," kata Adhi.

Sementara itu, Koordinator KOMPAK, Ray Rangkuti, menyatakan, jika dalam kasus itu KPK sampai menyatakan tidak menemukan indikasi tindak pidana korupsi, maka artinya ada indikasi kasus ini akan ditutup.

"Jangan harap Polri dan Kejagung akan memeriksa. Ini artinya DPR hanya jadi lembaga inisiasi publik. Lembaga yang mempermalukan publik," kata Ray.

Ray juga sepakat dengan Adhie yang menilai DPR seperti telah meludahi keputusan sendiri.

"Kalau benar proses hukum di KPK ternyata berbeda dengan keputusan DPR, maka ini justru tamparan keras ke DPR sendiri. Pasalnya, DPR melalui pansus telah memanggil banyak orang dan yakin ada kesalahan," kata Ray.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau