JOHANNESBURG, KOMPAS.com - Gelandang tim nasional Belanda, Rafael van der Vaart, mengaku mengerti bahwa banyak pihak tak memperhitungkan timnya sebagai kandidat juara Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Menurutnya, itu adalah pandangan yang keliru.
Sejatinya, Belanda diakui dunia sebagai salah satu tim bertradisi sepak bola terbaik di dunia. Namun, untuk Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, Belanda kurang favorit, bila dibanding Brasil dan Spanyol.
Salah satu pertimbangannya adalah skuad Belanda saat ini diisi oleh pemain-pemain muda. Sementara itu, Brasil dan Spanyol didukung oleh pemain-pemain yang lebih matang.
Selain itu, sementara Brasil merupakan pemegang gelar juara dunia terbanyak, Spanyol merupakan juara Piala Eropa 2008 dan memiliki permainan terbaik saat ini.
Meski begitu, Van der Vaart mengaku berkeyakinan, dalam Piala Dunia, segalanya bisa terjadi. Menurutnya, meski didominasi pemain muda, Belanda berkemampuan tak kalah hebat dibanding Brasil dan Spanyol.
"Seperti Spanyol, kami memiliki pemain bagus dan pelatih yang sangat bagus," ungkap Van der Vaart.
"Kami memiliki (Wesley) Sneijder dan (Arjen) Robben. Kami memiliki banyak talenta. Bila kami tiba di sana (Piala Dunia) dalam bentuk yang bagus, kami tentunya berpeluang menjuarai Piala Dunia," tambahnya.
Selain didukung oleh pemain-pemain bertalenta, Belanda akan didukung oleh peralatan tempur mutakhir produksi Nike, terutama sepatu.
Untuk Piala Dunia ini, Nike meluncurkan sepatu seri Nike Elite, dengan empat varian yaitu Mercurial Vapor SuperFly II, CTR360 Maestri, Total90 Laser III, Tiempo Legend III. Keunggulan menonjol dari produk ini adalah bobot yang ringan dan warna yang kontras.
Riset menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi energi seorang pemain top dengan berat 75 kg adalah lebih dari 1000 kilo kalori per pertandingan.
Dengan mengurangi beban yang harus ditanggung pemain, maka energi yang dikeluarkan juga akan berkurang dalam kurun waktu 90 menit itu. Dengan memberikan fitur ringan pada ke-4 jenis sepatu standar Nike, diharapkan para pemain memiliki keunggulan di saat-saat terakhir pertandingan.
Plat serat karbon yang ringan namun super-kuat, telah membuat Mercurial Vapor SuperFly II 5% lebih ringan. The CTR360 Maestri 19% lebih ringan. Sementara Total90 Laser III dan Tiempo Legend III, keduanya 16% lebih ringan.
Warna-warna sepatu ini juga dibuat kontras untuk membantu meningaktkan daya pandang pemain di lapangan. Daya pandang normal adalah 99% periferal. Di bawah 1% itu dianggap foveal atau pandangan fokus.
Untuk mempertajam fokus dari pandangan periferal, tim desain Nike menganalisa spektrum warna dan akhirnya menemukan 2 warna kontras-tinggi, agar saat pemain berlari menggunakan sepatu ini, warnanya bisa memicu stimulus untuk mengatur penglihatan periferal dengan cepat.
Ungu Mach dan Oranye Total memberikan paduan yang sempurna untuk menciptakan efek ini dan memberikan keunggulan dalam bermain.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang