P e n y e l e n g g a r a a n

FIFA Siapkan Dua Lokasi Penggembira

Kompas.com - 11/06/2010, 06:09 WIB

FIFA mendirikan dua lokasi penggembira (fan fests) di dua wilayah kota itu, yakni di Sandton dan Soweto—yang masing- masing berkapasitas 20.000 dan 40.000 penonton.

Sandton, yang merupakan permukiman kelas atas di sebelah utara Johannesburg, menerima tamu-tamunya di Innesfree Park yang terletak di Harris Road. Sementara Soweto—yang dikenal sebagai tempat tinggal kelas menengah ke bawah—membuka pintunya di Elkah Stadium yang berada di Gumede Street.

Kedua lokasi penggembira ini menyediakan layar raksasa berukuran 50 meter x 50 meter dan akan buka setiap kali pertandingan berlangsung sepanjang turnamen, mulai dari pukul 10.00 pagi hingga tengah malam. Sejumlah gerai penjual bir dan makanan disiapkan. Bir atau minuman bersoda berukuran 500 mililiter dihargai 15 rand (Rp 19.500) dan sepotong hotdog dijual seharga 20 rand (Rp 26.000).

Untuk memeriahkan suasana, berbagai pertunjukan hidup akan digelar. Artis lokal ataupun internasional siap menyemarakkan hiburan di situ.

Persoalan transportasi

Yang menjadi persoalan, kedua lokasi penggembira ini sama- sama tidak menyediakan fasilitas parkir dan menumpang (park and ride) sehingga penonton harus berjalan kaki dari areal parkir yang terletak di jalan-jalan sekitarnya. Untuk itu, penyelenggara mengharapkan pengunjung datang dengan menggunakan transportasi publik.

Di Innesfree Park, misalnya, panitia tidak menyediakan lahan parkir. Pengunjung pun harus memarkir kendaraannya di Rautenbach Square di Wynberg; di Sandton City; atau di pojok jalan 8th dan Old Pretoria Main Road, di kawasan Marlboro yang terletak beberapa ratus meter dari lokasi konser.

Serupa dengan di Innesfree Park, para penggembira yang datang ke Elkah Stadium diharapkan memanfaatkan transportasi publik. Stadion ini terletak hanya 10 menit berjalan kaki dari stasiun BRT Thokoza Park. Mereka yang membawa kendaraan sendiri bisa memarkir di Diamini Multipurpose Centre.

Tak resmi

Di luar kedua lokasi penggembira yang resmi bikinan FIFA, sejumlah tempat nonton bareng juga dibuka di Johannesburg. Dua di antaranya adalah Mary Fitzgerald Square di kawasan Newtown dan Dries Niemandt Welcome Village di Kempton Park. Tiap-tiap lokasi bisa menampung 22.000 dan 20.000 penonton.

Di kedua lokasi ini juga tidak disediakan tempat parkir sehingga penonton diharapkan datang dengan menggunakan kendaraan umum. Apalagi, dua jalan utama di dekatnya, Bree Street dan Jeppe Street, ditutup sepanjang Piala Dunia. Untuk mencapai Mary Fitzgerald Square, misalnya, pengunjung bisa menumpang metrobus dengan rute reguler.

Sementara itu, penyelenggara nonton bareng di Dries Niemandt Welcome Village—yang memiliki tempat perparkiran—tetap meminta pengunjung untuk memanfaatkan transportasi publik. Sebuah bus ulang-alik akan dioperasikan antara bandara internasional OR Tambo—yang hanya berjarak 10 menit berkendara—dan taman ini.

Di kedua tempat nonton bareng—yang akan dibuka setiap hari antara pukul 12.00 siang hingga 24.00 malam—ini akan digelar berbagai pertunjukan hidup, pembacaan puisi, dan tari- tarian budaya. Keduanya menerapkan aturan berbeda soal makanan dan minuman, terutama soal pembatasan penggunaan minuman beralkohol. (Fitrisia Martisasi dari Pretoria, Afrika Selatan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau