FIFA mendirikan dua lokasi penggembira (fan fests
Sandton, yang merupakan permukiman kelas atas di sebelah utara Johannesburg, menerima tamu-tamunya di Innesfree Park yang terletak di Harris Road. Sementara Soweto—yang dikenal sebagai tempat tinggal kelas menengah ke bawah—membuka pintunya di Elkah Stadium yang berada di Gumede Street.
Kedua lokasi penggembira ini menyediakan layar raksasa berukuran 50 meter x 50 meter dan akan buka setiap kali pertandingan berlangsung sepanjang turnamen, mulai dari pukul 10.00 pagi hingga tengah malam. Sejumlah gerai penjual bir dan makanan disiapkan. Bir atau minuman bersoda berukuran
Untuk memeriahkan suasana, berbagai pertunjukan hidup akan digelar. Artis lokal ataupun internasional siap menyemarakkan hiburan di situ.
Yang menjadi persoalan, kedua lokasi penggembira ini sama- sama tidak menyediakan fasilitas parkir dan menumpang (park and ride) sehingga penonton harus berjalan kaki dari areal parkir yang terletak di jalan-jalan sekitarnya. Untuk itu, penyelenggara mengharapkan pengunjung datang dengan menggunakan transportasi publik.
Di Innesfree Park, misalnya, panitia tidak menyediakan lahan parkir. Pengunjung pun harus memarkir kendaraannya di Rautenbach Square di Wynberg; di Sandton City; atau di pojok jalan 8th dan Old Pretoria Main Road, di kawasan Marlboro yang terletak beberapa ratus meter dari lokasi konser.
Serupa dengan di Innesfree Park, para penggembira yang datang ke Elkah Stadium diharapkan memanfaatkan transportasi publik. Stadion ini terletak hanya 10 menit berjalan kaki dari stasiun BRT Thokoza Park. Mereka yang membawa kendaraan sendiri bisa memarkir di Diamini Multipurpose Centre.
Di luar kedua lokasi penggembira yang resmi bikinan FIFA, sejumlah tempat nonton bareng juga dibuka di Johannesburg. Dua di antaranya adalah Mary Fitzgerald Square di kawasan Newtown dan Dries Niemandt Welcome Village di Kempton Park. Tiap-tiap lokasi bisa menampung 22.000 dan 20.000 penonton.
Di kedua lokasi ini juga tidak disediakan tempat parkir sehingga penonton diharapkan datang dengan menggunakan kendaraan umum. Apalagi, dua jalan utama di dekatnya, Bree Street dan
Sementara itu, penyelenggara nonton bareng di Dries Niemandt Welcome Village—yang memiliki tempat perparkiran—tetap meminta pengunjung untuk memanfaatkan transportasi publik. Sebuah bus ulang-alik akan dioperasikan antara bandara internasional OR Tambo—yang hanya berjarak 10 menit berkendara—dan taman ini.
Di kedua tempat nonton bareng—yang akan dibuka setiap hari antara pukul 12.00 siang hingga 24.00 malam—ini akan digelar berbagai pertunjukan hidup, pembacaan puisi, dan tari- tarian budaya. Keduanya menerapkan aturan berbeda soal makanan dan minuman, terutama soal pembatasan penggunaan minuman beralkohol.