Preview yunani vs korsel

Kesempatan Meraih Poin

Kompas.com - 12/06/2010, 07:44 WIB

KOMPAS.com — Korea Selatan berhasil mengangkat pamor sepak bola Asia ketika menjadi semifinalis Piala Dunia Korea-Jepang 2002. Dalam perjalanannya menuju babak empat besar turnamen empat tahunan tersebut, "Taeguk Warriors" memecundangi beberapa tim elite, termasuk Italia dan Spanyol, sebelum meraih tiket semifinal. Sayang, pada Piala Dunia 2006 di Jerman, "Setan Merah" gagal mengulangi prestasi fantastis tersebut karena mereka langsung tersingkir pada fase penyisihan grup.

Kini, Korsel mencoba lagi peruntungannya di turnamen antarnegara paling bergengsi tersebut di Afrika Selatan. Namun, serangkaian ujian harus bisa dilewati tim besutan pelatih Huh Jung-Moo ini untuk melangkah lebih jauh. Tantangan pertama akan dihadapi pada Sabtu (12/6/2010) di Nelson Mandela Bay, Port Elizabeth, ketika melawan Yunani. Duel ini sangat krusial bagi kedua tim karena bakal menjadi modal menghadapi dua pertarungan selanjutnya pada penyisihan Grup B.

Ya, partai ini dibilang krusial karena pada di sinilah Korsel dan Yunani punya peluang yang hampir sama untuk meraih poin. Pasalnya, pada laga tersisa, mereka akan menghadapi lawan yang lebih berat, yaitu tim favorit Argentina, serta si kuda hitam dari benua Afrika, Nigeria.

Yunani punya reputasi yang cukup mentereng karena pernah berstatus juara Eropa pada tahun 2004. Namun, setelah merajai "Benua Biru" pada tahun tersebut, tim besutan pelatih Otto Rehhagel ini seperti dijauhi para dewanya sehingga prestasi mereka menukik tajam, bahkan nyaris tidak dipandang sebagai kekuatan yang menakutkan; termasuk gagal tampil pada Piala Dunia 2006.

Padahal, materi tim dengan sebutan "Negeri Seribu Dewa" ini tidak mengalami perubahan radikal karena masih ada nama-nama beken seperti Giorkas Seitaridis, Giorgos Karagounis, Theofanis Gekas, dan Angelos Charisteas, yang merumput bersama klub-klub ternama di Eropa. Akan tetapi, performa mereka kurang maksimal sehingga tidak terlalu meyakinkan.

Bahkan, dalam persiapannya menghadapi Piala Dunia 2010, Yunani mencatat hasil buruk. Setelah menang 1-0 pada partai pamungkas kualifikasi Piala Dunia zona Eropa melawan Ukraina, mereka justru menelan dua kegagalan, masing-masing kalah 0-2 dari Senegal dan menyerah dengan skor serupa dari Paraguay. Sementara itu, dalam menghadapi "saudara" Korsel, yaitu Korea Utara, "The Pirate Ship" hanya mampu bermain imbang 2-2.

Setali tiga uang, Korsel juga tidak terlalu luar biasa dalam melakukan persiapan untuk tampil di Afrika Selatan ini. Dari empat pertandingan terakhir, "Macan Asia" meraih hasil dua kali menang dan dua kali kalah. Bahkan, kekalahan tersebut diperoleh dalam dua laga pamungkas, yaitu menyerah 0-1 dari Belarus dan juga dari juara Eropa, Spanyol.

Hanya, Korsel memiliki sedikit nilai lebih ketika melawan Yunani karena secara head-to-head, Park Ji-sung dan kawan-kawan unggul. Kedua negara baru bertemu dua kali dalam pertandingan persahabatan, di mana pada laga pertama (21 Januari 2006) mereka berbagi skor 1-1, dan pada duel terakhir, 6 Februari 2007, Korsel menang 1-0.

Di samping itu, moral para pemain Yunani juga mungkin agak sedikit menurun menyusul peristiwa yang menimpa beberapa pemainnya seusai melakukan latihan pada Kamis (10/6/2010) di Durban.

Seperti yang dilaporkan wartawan Kompas.com, Hery Prasetyo, tiga pemain Yunani yang dirampok itu adalah Charisteas, Sotiris Ninis, dan Giorgios Samaras, dan kerugian diperkirakan mencapai Rp 23 juta.

Memang, kubu Yunani tak terlalu mempermasalahkan peristiwa naas itu. Akan tetapi, kondisi tersebut pasti sedikit memberikan dampak terhadap mental para pemain dalam mempersiapkan diri menghadapi laga pembuka nanti.

Sementara itu, di kubu Korsel, tekad yang kuat sudah dicanangkan. Park Ji-sung, yang sempat cedera ringan sehingga tidak bisa memperkuat Korsel saat lawan Spanyol, mengatakan bahwa Piala Dunia kali ini menjadi target utamanya sebelum mempersiapkan diri menghadapi Piala Asia 2011.

"Tujuan utamaku adalah Piala Dunia dan tujuan kedua adalah memenangi Piala Asia," ungkap winger yang kerap menjadi pilihan utama di klub Manchester United tersebut. Buktikan!

Data dan statistik pertandingan KOREA SELATAN VS YUNANI Stadion Free State, Bloemfontein, Sabtu (12/6/2010) Siaran langsung Global TV, Sabtu pukul 18.30 WIB

Perkiraan susunan pemain Yunani (4-3-3): Kostas Chalkias; Nikos Spiropoulos, Sotiris Kyrgiakos, Avraam Papadopoulos, Giorkas Seitaridis; Kostas Katsouranis, Vasilis Torosidis, Giorgos Karagounis; Georgios Samaras, Angelos Charisteas, Theofanis Gekas.

Korsel (4-3-2-1): Lee Woon-jae; Cha Du-ri, Lee Jung-soo, Cho Yong-hyung, Lee Young Pyo; Kim Jung-woo, Kim Nam-il, Ki Sung-yueng; Lee Chung-yong, Park Ji-sung; Park Chu-young.

Empat pertandingan terakhir Yunani 18-11-2009: Vs Ukraina: 1-0 (kualifikasi Piala Dunia) 03-03-2010: Vs Senegal: 0-2 (persahabatan) 25-05-2010: Vs Korea Utara: 2-2 (persahabatan) 02-06-2010: Vs Paraguay: 0-2 (persahabatan)

Korea Selatan 16-05-2010: Vs Ekuador: 2-0 (persahabatan) 24-05-2010: Vs Jepang: 2-0 (persahabatan) 30-05-2010: Vs Belarus: 0-1 (persahabatan) 03-06-2010: Vs Spanyol: 0-1 (persahabatan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau