Jakpus Bidik Lokasi Baru Razia Preman

Kompas.com - 15/06/2010, 20:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah menjaring 68 orang yang diduga preman Senin (14/6/2010), petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat kembali menggelar razia gabungan menyasar preman di sejumlah titik lokasi lain Rabu (16/6/2010).

Kepala Satpol PP Jakarta Pusat, Idris Priyatna, menjelaskan, tidak digelarnya operasi hari ini bertujuan mengevaluasi hasil yang diperoleh pada razia yang dilakukan Senin (14/6/2010). "Rencananya memang setiap hari selama dua bulan ke depan. Tapi untuk sementara kami evaluasi dahulu penertiban kemarin. Petugas akan bergerak lagi pada Rabu besok," ujar Idris Priyatna, Selasa (15/6/2010).

Idris mengungkapkan, evaluasi yang dilakukannya itu bertujuan mengecoh para preman dan pelanggar ketertiban umum lainya yang kerap beroperasi di angkutan umum. "Harapannya bisa menjaring preman sebanyak-banyaknya. Jika digelar setiap hari kemungkinan tidak akan efektif karena para preman dan pelanggar ketertiban umum lainnya akan dengan mudah mengetahui razia sehingga berupaya menghindarinya," jelas Idris.

Untuk itu, dalam upaya menjaring para preman, Idris berencana akan menggelar razia itu di sejumlah titik lokasi lainnya di wilayah Jakarta Pusat. "Kami akan menyasar titik lokasi baru untuk menjaring preman dan pelanggar ketertiban umum yang ada di bus kota dan angkutan umum," katanya.

Kasie Pelayanan Rehabilitasi Sudin Sosial Jakarta Pusat, Andi Muchdar, menjelaskan, pada prinsipnya Sudin Sosial Jakarta Pusat dalam gelaran Operasi Praja ini berperan sebagai instansi pendukung Satpol PP dalam melakukan razia. "Komando operasi berada pada Satpol PP, Sudin Sosial berfungsi sebagai pendukung karena jika ada PMKS yang tertangkap langsung kami yang menangani. Sedangkan preman yang lebih mengarah ke tindak kriminal ditindaklanjuti oleh kepolisian," kata Andi Muchdar.

Meski operasi razia preman tidak digelar setiap hari, namun Andi berharap agar petugas Satpol PP dan Sudin Sosial Jakarta Pusat tetap berkeliling melaksanakan operasi guna menyasar para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Ia menambahkan, hari ini saja, pihaknya bersama Satpol PP Jakarta Pusat berhasil menciduk enam PMKS dari sekitar Taman Silang Monas. "Razia gabungan hari ini memang tidak digelar, tapi kami tetap menggelar operasi sehingga mampu menjaring 6 PMKS itu," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau