Selandia baru vs slowakia

Reid Selamatkan Selandia Baru

Kompas.com - 16/06/2010, 15:08 WIB

Reid Selamatkan Selandia Baru RUSTENBURG, SELASA — Gol Winston Reid, satu menit sebelum usai, menyelamatkan Selandia Baru dari kekalahan melawan Slowakia dan mengubah skor menjadi 1-1 pada laga babak penyisihan Grup F Piala Dunia Afrika Selatan 2010. Gol itu membuyarkan kemenangan Slowakia di kesempatan pertamanya tampil pada ajang Piala Dunia.

Hasil itu juga membuat persaingan di Grup F kian ramai. Pada laga Grup F lainnya, antara Italia dan Paraguay, juga berakhir imbang 1-1.

   Slowakia unggul terlebih dahulu pada menit ke-50 melalui sundulan striker andalannya, Robert Vittek. Selandia Baru menyamakan kedudukan pada menit ke-93 saat pertandingan tersisa satu menit melalui bek Winston Reid.

Selandia Baru yang lebih ”hijau” bertanding di level internasional mampu memberi perlawanan ketat sejak awal. Dengan menerapkan formasi 3-4-3 (formasi yang sangat berbeda dengan kebanyakan tim-tim Piala Dunia 2010), Ryan Nelsen dan kawan-kawan sempat mendominasi permainan pada 15 menit pertama.

Pada menit ke-10, sundulan Rory Fallon melebar ke sisi kiri gawang Slowakia. Memasuki babak menit ke-20, Slowakia kian agresif. Mengandalkan Vladimir Weiss, gelandang klub Manchester City, Slowakia menekan Selandia Baru dari sayap kiri.

Pada menit ke-27, melalui kerja sama dengan kapten Marek Hamsik, Weiss nyaris mencetak gol. Sayang, tendangannya dapat ditepis kiper Selandia Baru, Mark Paston.

Meski tertekan, sesekali Selandia Baru mengancam pertahanan Slowakia. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat serangan-serangan tersebut sia-sia. Lini belakang Slowakia mudah membaca alur serangan Ryan Nelsen dan kawan-kawan karena terlalu bertumpu kepada Chris Killen, penyerang klub Inggris, Middlesbrough. Hingga babak pertama usai, kedudukan tetap 0-0.

Tak ingin kembali tertekan pada awal, tim pecahan bekas negara Cekoslowakia itu langsung menggebrak pertahanan Selandia Baru. Pada menit ke-47, umpan silang Weiss terlambat diantisipasi penyerang Slowakia.

Tekanan cepat Slowakia pada awal babak kedua akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-50. Pergerakan Stanislav Sestak dari sayap kanan gagal dihentikan bek Selandia Baru. Pemain klub Bochum, Jerman, itu kemudian mengirimkan umpan silang ke depan gawang Paston. Vittek yang berdiri di dekat tiang jauh mengakhiri umpan tersebut dengan sundulan ke gawang Paston.

Ketinggalan 0-1 membuat Nelsen meningkatkan serangan. Pada menit ke-67, sundulan Shane Smeltz melebar ke kanan gawang kiper Slowakia, Jan Mucha.

Semangat Selandia Baru untuk menyamakan kedudukan tak putus. Masih dengan formasi 3-4-3, tim ”Negeri Kiwi” ini memanfaatkan lebar lapangan. Dua gelandang sayap mereka terus menyisir sisi lapangan dan bahu-membahu dengan penyerang sayap, Fallon dan Smeltz.

Pada menit ke-87, Smeltz nyaris menyamakan kedudukan. Namun, tendangannya lagi-lagi dapat dipatahkan Mucha.

Wasit Jerome Damon memberikan tambahan waktu tiga menit untuk kedua kesebelasan. Pada menit ke-91, Slowakia hampir menggandakan keunggulan melalui Zdeno Strba. Namun, tendangan pemain senior tersebut masih dapat ditepis kiper.

Satu menit menjelang laga usai, melalui serangan cepat dari sayap kiri, Smeltz mengirimkan umpan matang ke muka gawang Slowakia. Bek Winston Reid yang maju membantu serangan melompat lebih tinggi daripada bek andalan Slowakia, Martin Skrtel, dan dengan sundulan Reid menghujamkan bola ke sudut kiri gawang Slowakia, 1-1. Gol tersebut membuat para pemain Slowakia tertunduk lemas. Kemenangan yang sudah di depan mata pun musnah.

Sementara pemain dan ofisial Selandia Baru menyambut gol itu seperti meraih kemenangan. Se menit berikut wasit menyudahi pertandingan. (REUTERS/HAN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau