Penyebab utama tersendatnya arus di jalur tersebut adalah keluar masuknya ratusan bus pariwisata ke areal parkir di wilayah Megamendung dan persimpangan Taman Safari Indonesia (TSI) di Cisarua.
Dari pukul tujuh hingga tengah hari, puluhan bus besar masuk dan parkir di beberapa lokasi parkir di wilayah Desa Lewimalang dan Desa Kopo di Kecamatan Megamendung. Sekitar 20 bus malah parkir di tepi jalan. Sementara puluhan bus lainnya tak tertampung.
Penumpang ratusan bus tersebut berjalan kaki dari tempat parkir bus menuju Taman Wisata Matahari di Desa Lewimalang dan Desa Cilember, Megamendung. Kondisi itu menambah tersendatnya arus lalu lintas di jalur Puncak.
”Hari ini memang ada 280 bus dan 120 mobil kecil yang parkir di tiga titik parkir kami. Jumlah pengunjung sekitar 20.000 orang. Sepanjang liburan sekolah kali ini, alhamdulillah, tempat wisata kami akan dikunjungi puluhan ribu wisatawan, yang sebagian besar anak-anak sekolah,” kata H Husein, juru bicara Taman Wisata Matahari (TWM).
Hal yang sama juga dikatakan Yulius Suprihardo, juru bicara Taman Safari Indonesia. ”Lebih dari 100 bus yang berisi anak- anak sekolah liburan di sini. Kendaraan keluar juga lebih dari 100 unit. Setiap libur sekolah, memang padat seperti ini,” katanya.
Bus-bus wisata yang mengangkut anak-anak sekolah itu berasal dari Bogor, Bekasi, Tambun, Jakarta, Cianjur, Bandung, dan Banten.
”Kalau liburan, pasti Puncak macet kayak gini. Biang kemacetannya saat ini TWM. Sebab, lahan parkirnya di pinggir jalan. Saya dari Hankam (Cisarua) sampai Sukasari tiga jam lebih. Berangkat pukul 09.00 sampai terminal (Sukasari) pukul 11.00 lebih. Untung mobil yang ke Kediri mau menunggu,” kata Miraz (19), yang mengantar saudaranya yang akan ke Kediri.
Kompas yang tiba di persimpangan Ciawi pukul 13.28 sampai di persimpangan TSI sudah pukul 15.38. Arus lalu lintas tersendat terasa sejak memasuki tanjakan Slarong di Gadog.
Kendaraan hanya merambat sejauh 5 meter-15 meter lalu berhenti dan bergerak lagi setelah 5 hingga 10 menit kemudian. Arus lalu lintas mulai agak lancar setelah melewati kawasan parkir TWA. Kendaraan sudah bisa dipacu agak kencang setelah melewati Pasar Cisarua dan simpang TSI.
Nandang (28), sopir angkutan kota jurusan Cisarua-Sukasari, mengatakan, setiap libur, dirinya hanya bisa mencari penumpang tiga rit.
”Kalau hari biasa,
”Untuk setoran (Rp 80.000) bisa tertutup, tetapi uang yang dibawa pulang kadang enggak ada sama sekali,” katanya.
Bapak dua anak itu berharap ada solusi tepat untuk mengatasi kemacetan arus lalu lintas di jalur Puncak. ”Saya sudah lima tahun bawa angkot Cisarua. Dari dulu sampai sekarang, kalau liburan, Puncak macet. Bahkan, kemari ini, semakin macet saja,” katanya.
Imam Sukarya, Sekretaris Ikatan Komunitas Kawasan Puncak dan Sekitarnya, mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan Kepolisian Resor Bogor kurang serius dalam mengatasi kemacetan arus lalu lintas di jalur Puncak.
”Buktinya, banyak usaha yang cukup besar, seperti Cimory, dibiarkan tidak punya lahan parkir yang cukup. Lahan parkir TWM yang semrawut, tidak jelas mana pintu masuk dan keluarnya, juga tetap dibiarkan. Pedagang kaki lima tidak ditata dengan baik, wisatawan yang akan berbelanja dibiarkan kesulitan memarkir mobilnya. Mereka terpaksa parkir di jalan sehingga membuat arus lalu lintas tambah macet,” katanya
Dia juga heran dengan pemkab yang tidak juga membangun jalan alternatif yang memadai
Kepala Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Besar Tomex Korniawan mengatakan, arus lalu lintas jalur Puncak selama musim liburan akan terus tersendat seperti ini. Penyebab utamanya adalah infrastruktur jalan yang tidak bertambah lebar serta animo masyarakat untuk berlibur di kawasan Puncak yang tidak pernah surut.
”Siapa yang bisa larang masyarakat untuk berwisata ke Puncak. Tadi pukul 13.00 saja sudah sekitar 300 bus masuk jalur puncak. Isinya anak-anak sekolah yang mau berwisata ke TWM dan TSI. Sistem buka tutup atau
Kepadatan arus lalu lintas di jalur tersebut hingga pukul 20.00 masih terus berlangsung, bahkan lebih padat dan tersendat dibandingkan pada siang hari.