Meksiko

Perang Mafia, 160 Orang Tewas

Kompas.com - 17/06/2010, 07:47 WIB

CHILPANCINGO, KOMPAS.com Kekerasan di Meksiko terkait dengan kartel obat bius masih terus terjadi. Dalam enam hari terakhir ini, bentrokan, baik di antara sesama kartel obat bius maupun tentara pemerintah, telah menewaskan 160 orang.

Pekan ini merupakan pekan paling berdarah pada bulan ini dalam peperangan melawan kelompok-kelompok pengedar obat bius.

Pada hari Selasa (15/6/2010) tentara Meksiko bentrok dengan sekelompok pria bersenjata yang diperkirakan merupakan kelompok penyelundup obat bius di sebuah pemakaman. ”Pertempuran tersebut menyebabkan 15 penyerang tewas,” demikian keterangan dari kantor Pertahanan Nasional.

Sebuah unit militer diberangkatkan ke kota itu karena dilaporkan ada kerusuhan. Namun, mereka disambut rentetan tembakan ketika tiba pada sebuah rumah. Tentara bertempur sekitar 40 menit sebelum mengakhiri tembak menembak itu.

Pertempuran itu terjadi di kota turis Taxco dan memperpanjang daftar bentrokan berdarah yang terjadi sepanjang pekan ini.

Presiden Meksiko Felipe Calderon mengatakan, kekerasan yang terjadi merupakan bagian dari hasil pengelompokan kembali kartel-kartel setelah terhantam penumpasan pemerintah.

”Kita akan terus menumpas kartel ini tanpa terkecuali. Langkah pemerintah menumpas kartel telah menyebabkan perpecahan pada kelompok-kelompok ini. Secara tradisional pun mereka telah terlibat persaingan dan perang di antara mereka sendiri, semua ini menyebabkan episode kekerasan belakangan ini,” ujar Calderon.

Kelompok yang terlibat pertikaian dengan tentara itu merupakan kelompok yang setia kepada kepala pimpinan kartel narkotika bernama Edgar Valdez. Dia juga dikenal dengan nama La Barbie, demikian ditulis harian El Universal mengutip sumber di kepolisian.

Valdez, yang terlahir di AS, sudah sejak akhir tahun lalu terlibat peperangan berdarah untuk memperoleh pengaruh dan kontrol atas kartel Beltran Leyva.

Di tempat terpisah, pada hari Senin, 40 orang tewas dalam penyerangan terpisah, termasuk kerusuhan di sebuah penjara di antara kelompok yang bersaing di kota Mazatlan. Kerusuhan di penjara itu menyebabkan 28 orang tewas.

Kartel La Familia

Pemerintah Meksiko menuduh kartel terkenal La Familia bertanggung jawab atas serangan lain lagi pada hari Senin yang membuat 12 polisi tewas di sebuah bentrokan di Negara Bagian Michoacan.

Iring-iringan polisi dihujani peluru ketika mereka hendak pergi ke Meksiko City. Polisi mengatakan, beberapa penyerang juga terbunuh dalam bentrokan tersebut.

Pada serangan yang lain, sebuah kartel obat bius menyandera 12 polisi, membunuh, dan menghempaskan tubuh mereka ke sebuah jalan bebas hambatan yang sangat sibuk.

Meksiko sudah sering diguncang gelombang kekerasan karena kartel-kartel obat bius besar selalu bersaing memenangkan rute basah untuk menyelundupkan obat bius dan narkotika ke AS.

Setidaknya sudah 23.000 orang tewas di negara itu sejak dimulainya pemberantasan kartel obat bius pada tahun 2006.

Langkah finansial

Pemerintah Meksiko juga membatasi gerakan para kartel dengan memberlakukan aturan finansial. Meksiko memberlakukan aturan transaksi tunai dollar AS paling ketat untuk menghambat pencucian uang.

Turis dan warga Meksiko hanya dibatasi menukar dollar AS maksimum sebesar 7.000 dollar AS per bulan. Sementara untuk pembelian dollar AS dengan menggunakan peso tidak ada batasan.

Terakhir kali Meksiko mengeluarkan aturan tentang pembatasan dollar AS pada saat krisis finansial tahun 1982. Ketika itu pemerintah memberlakukan kurs tetap, pembatasan transaksi, dan membekukan beberapa rekening dollar AS.

Menteri Keuangan Corderoi mengatakan, pemerintah masih merancang beberapa langkah lagi sehingga orang semakin sulit bertransaksi dengan uang tunai dalam jumlah besar bahkan dalam peso.

”Langkah itu diterapkan untuk membatasi dan mengatur transaksi besar,” katanya.

Otoritas membatasi setoran deposito maksimum sebesar 7.000 dollar AS untuk warga Meksiko yang ingin membuat bisnis dalam mata uang dollar AS. Ini semua bertujuan menghalangi transaksi atas hasil narkoba. (AP/AFP/Reuters/JOE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau