Partai demokrat

Angelina Sondakh Masuk Elit Demokrat

Kompas.com - 17/06/2010, 20:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Angelina Sondakh berhasil masuk jajaran elite politik Indonesia dengan posisi sebagai Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat sebagaimana diumumkan di Jakarta, Kamis sore.

"Keberhasilannya ini sekaligus membuktikan bahwa dia mampu jadi politisi," kata pengamat politik jebolan Program Pasca-Sarjana Universitas Indonesia (UI), Emmanuel Josafat Tular. "Apalagi dia juga termasuk sosok paling bersinar saat menjadi Tim Sukses Pemenangan Anas Urbaningrum selaku Ketua Umum melalui Kongres ke-2 PD," katanya.

Sebagai mantan Sekretaris tim sukses Anas Urbaningrum, menurutnya, masuknya Angelina Sondakh sebagai pengurus pusat PD, berarti dia kini kini sudah menembus berposisi lingkaran elite partai terbesar di Indonesia.

"Ini juga sekaligus membuktikan kepiawaian dan kecerdasan Angelina dalam berpolitik. Artinya dia mampu membuktikan diri bahwa dirinya bukan hanya sekedar ’vote getter’, tapi betul-betul diperhitungkan di kancah politik PD," ujar Emmanuel Tular.

Ketika dihubungi usai pengumuman komposisi DPP PD periode 2010-2015, Angelina dengan merendah menanggapi jabatan itu merupakan kepercayaan partai sekaligus amanat yang harus dipertanggungjawabkan. "Doakan supaya saya berhasil dalam tugas saya sebagai Wasekjen," ujarnya anggota Komisi X DPR RI ini.

Sementara itu, Ahmad Mubarok, mantan Ketua Tim Sukses Anas Urbanungrum, mengatakan, Angelina Sondakh memang sudah diproyeksikan untuk posisi strategis itu, mendampingi Eddy Bhaskoro (Ibas, putra Susilo Bambang Yudhiyono) selaku Sekjen.

Latar belakang pendidikan Angelina Sondakh yang baik serta berasal dari keluarga dengan tingkat intelektual mumpuni, merupakan salah satu nilai tambahnya.

Sebagaimana pernah diberitakan, ayahnya Prof Ir Lucky Sondakh, PhD, MEc mantan Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) juga merupakan modal Angelina Sondakh dalam membangun jejaringan politik. Apalagi pamannya sendiri almarhum Jouke Sondakh dulu juga seorang anggota DPR RI (Fraksi Golkar) selama tiga periode dan mantan Gubernur Sulut, juga pernah sebagai Ketua Komisi II DPR RI.

"Ini semua merupakan aset bagi AS sehingga diperhitungkan menjadi elit politik. Jadi, pergaulan politik Angelina Sondakh baik dan jaringan dia bagus, juga tentunya memang AS memiliki kecerdasan yang mumpuni pula," kata A Mubarok.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau