Siswi SMP Diperkosa di Bawah Jembatan

Kompas.com - 18/06/2010, 14:26 WIB

JAMBI, KOMPAS.com — Polsekta Danau Teluk, Jambi, menangkap seorang pemuda penganggur, M Zain (22), yang melakukan tindak pidana pemerkosaan.       "Tindakan tidak pantas tersebut dilakukan pelaku setelah korban pulang sekolah," kata Kepala Polsekta Danau Teluk Ajun Komisaris Haryanto di Jambi, Jumat (18/6/2010).       Ia mengatakan, Zain kini ditahan setelah pihak keluarga korban melaporkan dan membawa pelaku ke kantor polisi karena memerkosa korban yang masih siswi SMP.       Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (15/6/2010). Ketika itu, Zain, warga RT 03 Desa Teluk Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, menjemput korban pulang sekolah di sebuah SMP di Muaro Jambi dan membawanya ke bawah jembatan Aurduri Batanghari, Jambi, pada pukul 09.30 WIB.       Semula Zain mengajak korban jalan-jalan ke jembatan Aurduri II. Namun, bukannya ke tempat yang dituju, korban malah dibawa oleh pelaku ke jembatan Aurduri Batanghari. Zain tiba-tiba memberhentikan sepeda motornya tanpa alasan yang jelas dan mengajak korban ke bawah jembatan. Namun, ajakan tersebut ditolak korban.       Karena ajakannya ditolak, pelaku mengambil tas milik korban dan melarikannya ke bawah jembatan sehingga korban terpaksa ikut turun untuk mengambil tas tersebut.       Sampai di bawah jembatan, setelah mendapatkan tasnya, korban berusaha naik ke atas, namun dicegah oleh pelaku. Saat itulah pelaku melakukan aksi bejatnya dengan mulut korban ditutupi tangan pelaku.       Setelah puas melakukan tindakannya, pelaku mengantar korban pulang ke rumahnya. Setiba di rumah, korban lantas melaporkan apa yang telah dilakukan Zain kepada kakaknya, Diran (30).       Mendengar laporan adiknya tersebut, sang kakak emosinya langsung terbakar. Ia lalu mengejar pelaku dan membawanya ke Polsek Sakernan. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dan Pasal 81 Ayat 2 UU Nomor 23 tentang Perlindungan Anak.       Saat diperiksa, pelaku mengakui perbuatannya. Dia juga mengaku baru mengenal korban satu minggu melalui handphone dan baru bertemu satu kali itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau