Pilihan andi nurpati

DPR: Musibah Moral dan Etika

Kompas.com - 21/06/2010, 10:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Masuknya anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) aktif Andi Nurpati, dalam jajaran kepengurusan DPP Partai Demokrat 2010-2015, direspon keras oleh Komisi II DPR yang menjadi mitra kerja lembaga tersebut.

Ketua Komisi II Chairuman Harapan, bahkan menyebut keputusan Andi masuk sebagai kader partai merupakan musibah moral dan etika. "Masuknya anggota KPU dalam pengurus partai, itu musibah moral dan etik yang luar biasa bagi bangsa ini. Kita ingin anggota KPU adalah orang-orang yang merdeka, netral, independen. Ternyata, ada anggota KPU aktif menjadi pengurus DPP suatu partai. Ini suatu musibah dari segi moral dan etik dalam membangun demokrasi Indonesia," kata Chairuman, asal Fraksi Partai Golkar, kepada Kompas.com, Senin (21/6/2010).

Menurutnya, seorang penyelenggara pemilu harus independen, mandiri dan merdeka. Oleh karena itu, independensi Andi Nurpati dipertanyakannya. "Paling tidak, dia sudah jadi anggota (partai) sebelumnya. Kalau tidak, tidak mungkin menjadi pengurus DPP. Ini masalah integritas," ujarnya.

Komisi II DPR sendiri berencana akan menggelar rapat dengar pendapat dengan KPU setelah masa reses Juli mendatang, untuk meminta penjelasan Andi mengenai posisinya di partai pemenang pemilu tersebut.

Mengenai perlu tidaknya Andi mundur dari KPU, menurut Chairuman, bukan persoalan utama. "Hal yang lebih substansial, pencorengan moral dan etika. Persoalannya, bagaimana bisa anggota KPU jadi pengurus DPP suatu partai. Bagaimana moralitasnya dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai penyelenggara pemilu," kata Chairuman.

Dalam pengumuman kepengurusan DPP Partai Demokrat pekan lalu, Andi Nurpati yang masih harus bertugas di KPU hingga tahun 2012, ditempatkan sebagai Ketua Divisi Komunikasi Politik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau