Portugal Dampingi Brasil

Kompas.com - 22/06/2010, 04:10 WIB

Cape Town, Senin - Portugal kemungkinan besar mendampingi Brasil melaju ke perdelapan final setelah menghancurkan Korea Utara, 7-0 (1-0), di Stadion Green Point, Cape Town, Senin (21/6). Tim polesan Carlos Queiroz itu tinggal membutuhkan hasil imbang saat menghadapi Brasil pada laga terakhir penyisihan Grup G untuk lolos.

Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan kini berada di posisi kedua Grup G, di bawah Brasil dengan nilai empat, atau selisih dua poin. Kemenangan itu semakin menyulitkan pesaingnya, Pantai Gading, yang baru mengoleksi satu poin. Pantai Gading harus menang lebih besar dari kemenangan Portugal di laga terakhir melawan Korea Utara (Korut) sambil berharap Portugal kalah dari Brasil.

Namun, Portugal sendiri punya peluang besar melewati Brasil untuk tampil sebagai juara grup. Harapan itu cukup terbuka karena Brasil akan kehilangan salah satu pemain intinya, Ricardo Kaka. Pemain Real Madrid itu tidak boleh tampil setelah menerima dua kartu kuning saat timnya mengalahkan Pantai Gading 3-1, sehari sebelum pertandingan antara Portugal dan Korut.

Sementara itu, kemenangan atas Korut terasa sangat spesial buat pemain-pemain Portugal. Hasil ini mengulangi sejarah 44 tahun silam pada Piala Dunia 1966 di Inggris. Ketika itu Portugal menang 5-3 atas Korut meski tertinggal 0-3 terlebih dulu.

Selain itu, kemenangan 7-0 ini juga menjadi rekor pertandingan dengan jumlah gol terbanyak pada Piala Dunia 2010. Sebelumnya, rekor jumlah gol terbanyak terjadi pada pertandingan Argentina versus Korea Selatan dengan skor 5-1.

Akhiri paceklik

Perasaan paling spesial juga dirasakan bintang Portugal, Cristiano Ronaldo. Pemain termahal di dunia ini mengakhiri paceklik golnya selama 16 bulan dengan menyumbang satu gol ke gawang Korut. Bagi Ronaldo, gol itu merupakan persembahannya yang ke-23 dari 74 penampilannya di tim nasional Portugal.

”Ini hasil yang luar biasa. Kemenangan dengan skor besar dan pemain kami tampil sangat bagus. Kami membutuhkan momen seperti ini untuk menambah motivasi dan kepercayaan diri meraih hasil yang lebih besar dari ini,” kata Pelatih Portugal Carlos Queiroz.

”Pemain pantas bergembira, tapi mereka harus ingat bahwa kami belum memenangi sesuatu. Sekarang kami harus fokus lolos ke babak berikutnya dengan menjalani satu laga sisa dengan permainan dan ambisi yang sama,” ujar Queiroz menambahkan.

Bagi Korut, hasil ini sekaligus memastikan mereka tersingkir dari ajang Piala Dunia. Meski masih ada satu laga sisa melawan Pantai Gading, hasil pertandingan itu sudah tidak menolong mereka untuk melaju ke perdelapan final.

Sebelum dihajar Portugal 0-7, Korut menyerah dari Brasil 1-2. Korut menjadi tim kedua setelah Kamerun yang tersisih dari persaingan di Grup G.

”Bicara soal taktik, kami kehilangan sebagian permainan kami. Kami tidak mampu menahan serangan mereka. Ini kesalahan saya yang tidak menerapkan strategi yang tepat. Itu sebabnya, kami kebobolan banyak gol,” kata Pelatih Korea Utara Kim Jong Hun.

Korut hanya tampil bagus pada 25 menit pertama. Selain mampu membuat pertahanan yang solid, mereka juga gencar membuat serangan balik yang membahayakan.

Namun, setelah 25 menit laga berjalan, pemain-pemain Portugal justru mulai bisa membaca pola pertahanan Korut yang terlalu fokus menjaga Ronaldo.

Gol pertama Raul Meireles berawal dari kecerdikan Tiago. Pemain klub Atletico Madrid ini membuat umpan terobosan kepada Meireles yang bergerak dari belakang, pada saat pemain Korut fokus ke Ronaldo.

Meireles yang berhadapan langsung dengan penjaga gawang Ri Myong Guk tanpa kesulitan menjebol gawang Korut.

Di babak kedua, gempuran yang bervariasi dari Portugal semakin sulit dibendung pemain Korut. Hanya dalam tempo tujuh menit, Portugal membobol tiga kali gawang Korut melalui Simao Sabrosa, Hugo Almeida, dan Tiago.

Setelah itu, gol tambahan menyusul melalui Liedson dan Ronaldo, sebelum dilengkapi Tiago pada menit ke-89.

Khusus gol Ronaldo, terjadi dengan cara yang unik. Saat itu Ronaldo adu cepat berebut bola dengan kiper Ri Myong Guk. Ronaldo bisa menyontek bola, tetapi membentur kaki Myong Guk yang membuat bola terpental ke atas dan tanpa disadari jatuh di kepala Ronaldo.

Setelah melihat bola sebentar, Ronaldo dengan mudah menyontek bola ke gawang yang kosong. ”Gol saya memang unik, tapi saya sangat bahagia,” ujar Ronaldo.

Cile menang

Pada pertandingan di Grup H, Cile membuka peluang lolos ke perdelapan final dengan menundukkan Swiss 1-0 di Stadion Nelson Mandela Bay.

Cile kini memuncaki klasemen grup dengan nilai enam setelah sebelumnya berhasil mengalahkan Honduras, 1-0.

Cile hanya membutuhkan hasil imbang pada pertandingan terakhir melawan Spanyol untuk memastikan satu tempat di perdelapan final. (ABK/OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau