Ngeseks di Toilet Pasar pun Dilakukan

Kompas.com - 23/06/2010, 09:46 WIB

JEMBER, KOMPAS.com - Rupanya video porno yang dilakukan artis mirip Luna Maya, Cut Tari, dan Ariel mengilhami dua orang berlainan jenis di Jember. Karena tidak kuat menahan nafsu, pasangan ini melampiaskan gairah mereka di toilet pasar Wuluhan, Selasa (22/6).

Tak pelak, pasangan Sul (35) dan Har (40) keduanya warga Kecamatan Balung, digerebek sejumlah pedagang dan petugas pasar setempat.

Kendati tidak sampai menjadi sasaran fisik kemarahan para pedagang, kedua insan yang sedang dimabuk cinta ini diarak dan kemudian dibawa ke Mapolsek Wuluhan.

Dari informasi yang dihimpun, sekitar pukul 09.00 WIB, seorang pedagang antre ke kamar mandi yang juga WC umum. Awalnya hanya satu orang antre, hingga ada beberapa orang. Namun, pintu WC tidak juga terbuka hingga beberapa menit.

Sejumlah pedagang malah mendengar suara-suara mencurigakan dari dalam kamar mandi. “Ada suara merintih dari seorang wanita, semula dikira sakit, ternyata rintihannya semakin seru,” ujar seorang pedagang.

Akhirnya mereka melaporkan kejanggalan tersebut ke petugas pasar setempat. Atas sepengetahuan petugas pasar, pedagang mendobrak pintu WC dan mendapati kedua orang berlainan jenis berada dalam ruangan tersebut.

Dan, yang membuat pedagang kaget, keduanya ternyata sedang berbuat mesum seperti dalam video mirip artis. Saat dipergoki, baju atasan laki-laki dan perempuan itu masih menempel di badan, namun pakaian bawah keduanya sudah melorot. Pakaian atas sang perempuan juga terbuka.

“Ketika pintu didobrak, keduanya masih belum selesai berhubungan, sehingga buru-buru mengambil penutup aurat,” kata pedagang lainnya.

Karena mendapati dua orang berlainan jenis berbuat mesum di dalam kamar mandi pasar, maka petugas pasar dan pedagang membawa mereka ramai-ramai ke Polsek Wuluhan yang berdampingan dengan pasar Wuluhan.

Setelah diinterogasi petugas, diketahui bahwa perempuan itu bernama Sul, warga Desa Balung Lor dan sang lelaki bernama Har, warga Desa Balung Kulon.

Keduanya sebenarnya pedagang keliling yang berjualan di setiap pasar di sejumlah kecamatan di kawasan Jember selatan seperti Wuluhan dan Ambulu. Sul berjualan buku dan Har berjualan sandal dan sepatu.

“Keduanya bukan suami istri, laki-lakinya sudah punya istri sedangkan perempuannya juga sudah punya suami,” kata Kapolsek WUluhan AKP Nur Machfud.

Karena ketahuan berhubungan bukan dengan pasangan resmi, keduanya dijerat dengan Pasal 284 tentang Perzinahan.

Har mengaku sejak lama berpacaran dengan Sul. Dia nekat melakukan perbuatan itu di WC umum karena telah kebelet dan diminta oleh sang pacar.

Sedangkan Sul hanya mengangguk malu ketika ditanya apakah yang mengajak selingkuh dirinya. “Ya kami berdua sama-sama kebelet, nggak tahunya didobrak,” paparnya. (uni)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau