WASHINGTON, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak, menjanjikan lebih banyak barang akan memasuki Jalur Gaza setelah negara itu melongarkan blokade ke wilayah tersebut.
Juru bicara Dpartemen Luar Negeri Amerika Serikat, PJ Crowley, mengatakan hal itu, Rabu (23/6) waktu setempat, setelah Menteri Luar Negeri Hillary Clinton bertemu dengan Barak. "Kendatipun dalam beberapa hari lalu Anda telah melihat peningkatan yang sangat besar dalam arus barang-barang dan ia mengharapkan jumlah itu akan terus meningkat," kata Crowley.
Barak berjanji akan memperbaiki prasarana di tempat penyeberangan Gaza agar dapat menangani arus barang yang meningkat. Utusan khusus AS untuk Timur Tengah, George Mitchell, diperkirakan akan kembali ke kawasan itu pekan depan sebelum Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi Washington 6 Juli, kata Crowley.
Israel melonggarkan blokade itu setelah pasukan komandonya pada 31 Mei menyerang satu armada kapal yang mengangkut barang bantuan untuk Gaza dan menewaskan sembilan aktivis pro Palestina yang kemudian memicu kecaman internasional. Blokade itu dikecam sebagai penghukuman kolektif terhadap 1,5 juta warga Palestina dalam usaha melemahkan para pemimpinnya yang berhaluan keras, Hamas, yang tetap menguasai wilayah itu.
Para pejabat Israel membela blokade itu. Mereka menyatakan tidak dapat mengizinkan barang-barang militer memasuki Gaza, yang menjadi satu pangkalan serangan-serangan roket terhadap kota-kota Israel selatan setelah pengunduran sepihak tentara negara Yahudi itu dari Gaza tahun 2005.
Israel menyeleksi barang yang boleh memasuki Gaza. Kini negara itu berjanji akan mengizinkan lebih banyak jenis barang, walaupun tidak memberikan satu daftar barang-barang yang diizinkan.
Washington akan mengawasi dengan seksama bagaimana Israel melaksakan kebijakan barunya itu dan Crowley menyatakan keputusan Israel itu mungkin akan membawa satu usaha lebih luas untuk membangun kembali ekonomi Gaza. "Satu sapek penting di sini adalah membantu penduduk Gaza tidak hanya kebutuhan hidup sehari hari mereka yang berkesinambungan tetapi menciptakan kembali satu ekonomi yang bergairah di Gaza," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang