Saat mengetahui Brasil bakal bertemu Portugal dalam undian pembagian grup Piala Dunia, Dunga tak mau menghabiskan waktu untuk langsung menyentil lawannya. ”Itu seperti pertandingan antara Brasil A dan Brasil B,” sindir Dunga soal sejumlah pemain kelahiran Brasil yang kini memperkuat tim asuhan Carlos Queiroz.
”Saya pikir Portugal dan Brasil memiliki apa yang dibutuhkan untuk memberi pertunjukan hebat sepak bola bagi dunia,” ujar Pelatih Portugal Carlos Queiroz seperti dikutip AP. ”Mari kita lihat apakah kami dan Brasil bisa membuat suporter lebih fokus pada sepak bola ketimbang Jabulani dan vuvuzela.”
Meski Brasil sudah memastikan diri lolos dan Portugal praktis melaju berkat keunggulan selisih gol yang masif atas Pantai Gading, masih ada pertaruhan pada laga itu: kehormatan. ”Ini akan menjadi pertandingan yang sangat spesial,” kata gelandang Portugal, Tiago.
Setelah menghancurkan Korea Utara 7-0, menyusul hasil imbang 0-0 melawan Pantai Gading, Portugal siap menghadapi ujian terberat mereka sejauh ini. Kami tidak pernah bermain bertahan, tetapi Brasil tentu saja bukan Korea Utara,” kata Tiago. ”Laga akan berlangsung imbang.”
Laga di antara dua tim yang terkenal dengan gaya permainan indah itu sayangnya tidak akan mempertemukan dua pemain terbaik dunia, Cristiano Ronaldo dan Kaka. Pasalnya, nama terakhir ini mendapat kartu merah pada laga sebelumnya.
Portugal selama ini mendapat julukan sebagai ”Brasil-nya Eropa” karena umpan-umpan mulus, kecepatan yang eksplosif, serta manuver satu dua sentuhan yang enak ditonton. Seusai melawan Korut, Queiroz memuji pasukannya memainkan ”sepak bola indah, mencetak gol cantik. Nama Brasil juga identik dengan gaya permainan cantik, yang lebih dikenal dengan sebutan jogo bonito, meski di bawah asuhan Dunga mereka menerapkan pendekatan yang lebih pragmatis.
Brasil pernah menjadi koloni Portugal dan hubungan sejarah kedua negara tecermin dalam sepak bola. Dua anggota skuad Brasil, Luisao dan Ramires, bermain untuk Benfica dan Brasil adalah satu-satunya negara di Piala Dunia saat ini yang berbahasa Portugal selain Portugal sendiri. Belasan pemain Brasil bermain di liga Portugal. Sementara trio pemain di skuad Portugal terlahir di Brasil. Tak dianggap oleh pelatih Brasil, mereka memilih berpindah kewarganegaraan sehingga bisa bermain untuk tim nasional Portugal.
Gelandang Deco, yang cedera pinggang, kemungkinan tidak akan bermain melawan negara kelahirannya. Bek tengah Pepe, yang juga kelahiran Brasil, kemungkinan bakal bermain. Striker Liedson adalah pemain kelahiran Brasil lainnya.
Portugal dan Brasil menyebut hubungan keduanya sebagai ”saudara”. Namun, Dunga tidak tahan juga untuk menyindir ”tim Portugal adalah Brasil B”. Queiroz membalas koleganya dengan, ”Semua warga Brasil adalah keturunan Portugal.”
Soal prestasi sepak bola, Brasil jauh lebih unggul dengan lima gelar Piala Dunia, sementara Portugal baru pada taraf lima kali tampil di Piala Dunia. Brasil menang 12 dari 18 pertemuan di antara kedua negara, tetapi Eusebio menghancurkan Brasil pada satu-satunya pertemuan antara kedua negara di Piala Dunia sebelumnya, yakni tahun 1966.
Soal permainan, kehormatan tampaknya akan mengalahkan pragmatisme saat kedua tim bertemu. Meski siapa pun juara grup ini berpotensi bertemu runner-up Grup H yang kemungkinan adalah Spanyol, kedua tim bakal mati-matian meraih kemenangan. Sungguh tidak masuk akal kedua tim bakal sengaja bermain buruk untuk menghindari juara Eropa 2008 itu.
”Di tim nasional sepak bola Brasil, tugas kami adalah memenangi semua laga,” ucap bek tengah Brasil, Lucio, dikutip AFP. ”Kami bermain untuk kehormatan seragam Brasil dan masyarakat Brasil. Kami tidak memilih-milih siapa lawan kami.”
Kaka menambahkan, Brasil harus mempertahankan momentum sehingga bakal mati-matian melawan Portugal. ”Brasil harus selalu berpikir untuk memenangi laga berikutnya,” kata Kaka. ”Sangat penting untuk finis pertama. Kami tahu imbang sudah cukup, tetapi menang sangat penting karena memberi kami kepercayaan diri dan motivasi untuk babak 16 besar.”
Kemenangan juga akan memastikan Brasil memainkan laga babak 16 besar di Johannesburg, tempat mereka berlatih sejak pertama datang di Afrika Selatan. Sementara runner-up grup harus pindah ke Cape Town untuk partai knock out.