Portugal vs brasil

Brasil A Versus Brasil B

Kompas.com - 25/06/2010, 03:38 WIB

Saat mengetahui Brasil bakal bertemu Portugal dalam undian pembagian grup Piala Dunia, Dunga tak mau menghabiskan waktu untuk langsung menyentil lawannya. ”Itu seperti pertandingan antara Brasil A dan Brasil B,” sindir Dunga soal sejumlah pemain kelahiran Brasil yang kini memperkuat tim asuhan Carlos Queiroz.

Pemenang terbesar pada laga terakhir Grup G antara dua tim ”Brasil” itu, Jumat (25/6), barangkali adalah suporter. Laga yang mempertemukan dua tim yang berada di peringkat tiga besar dunia itu adalah satu dari sejumlah laga Piala Dunia 2010 pertama yang tiketnya terjual habis.

”Saya pikir Portugal dan Brasil memiliki apa yang dibutuhkan untuk memberi pertunjukan hebat sepak bola bagi dunia,” ujar Pelatih Portugal Carlos Queiroz seperti dikutip AP. ”Mari kita lihat apakah kami dan Brasil bisa membuat suporter lebih fokus pada sepak bola ketimbang Jabulani dan vuvuzela.”

Meski Brasil sudah memastikan diri lolos dan Portugal praktis melaju berkat keunggulan selisih gol yang masif atas Pantai Gading, masih ada pertaruhan pada laga itu: kehormatan. ”Ini akan menjadi pertandingan yang sangat spesial,” kata gelandang Portugal, Tiago.

Setelah menghancurkan Korea Utara 7-0, menyusul hasil imbang 0-0 melawan Pantai Gading, Portugal siap menghadapi ujian terberat mereka sejauh ini. Kami tidak pernah bermain bertahan, tetapi Brasil tentu saja bukan Korea Utara,” kata Tiago. ”Laga akan berlangsung imbang.”

Laga di antara dua tim yang terkenal dengan gaya permainan indah itu sayangnya tidak akan mempertemukan dua pemain terbaik dunia, Cristiano Ronaldo dan Kaka. Pasalnya, nama terakhir ini mendapat kartu merah pada laga sebelumnya.

Portugal selama ini mendapat julukan sebagai ”Brasil-nya Eropa” karena umpan-umpan mulus, kecepatan yang eksplosif, serta manuver satu dua sentuhan yang enak ditonton. Seusai melawan Korut, Queiroz memuji pasukannya memainkan ”sepak bola indah, mencetak gol cantik. Nama Brasil juga identik dengan gaya permainan cantik, yang lebih dikenal dengan sebutan jogo bonito, meski di bawah asuhan Dunga mereka menerapkan pendekatan yang lebih pragmatis.

Brasil pernah menjadi koloni Portugal dan hubungan sejarah kedua negara tecermin dalam sepak bola. Dua anggota skuad Brasil, Luisao dan Ramires, bermain untuk Benfica dan Brasil adalah satu-satunya negara di Piala Dunia saat ini yang berbahasa Portugal selain Portugal sendiri. Belasan pemain Brasil bermain di liga Portugal. Sementara trio pemain di skuad Portugal terlahir di Brasil. Tak dianggap oleh pelatih Brasil, mereka memilih berpindah kewarganegaraan sehingga bisa bermain untuk tim nasional Portugal.

Gelandang Deco, yang cedera pinggang, kemungkinan tidak akan bermain melawan negara kelahirannya. Bek tengah Pepe, yang juga kelahiran Brasil, kemungkinan bakal bermain. Striker Liedson adalah pemain kelahiran Brasil lainnya.

Portugal dan Brasil menyebut hubungan keduanya sebagai ”saudara”. Namun, Dunga tidak tahan juga untuk menyindir ”tim Portugal adalah Brasil B”. Queiroz membalas koleganya dengan, ”Semua warga Brasil adalah keturunan Portugal.”

Soal prestasi sepak bola, Brasil jauh lebih unggul dengan lima gelar Piala Dunia, sementara Portugal baru pada taraf lima kali tampil di Piala Dunia. Brasil menang 12 dari 18 pertemuan di antara kedua negara, tetapi Eusebio menghancurkan Brasil pada satu-satunya pertemuan antara kedua negara di Piala Dunia sebelumnya, yakni tahun 1966.

Kehormatan

Soal permainan, kehormatan tampaknya akan mengalahkan pragmatisme saat kedua tim bertemu. Meski siapa pun juara grup ini berpotensi bertemu runner-up Grup H yang kemungkinan adalah Spanyol, kedua tim bakal mati-matian meraih kemenangan. Sungguh tidak masuk akal kedua tim bakal sengaja bermain buruk untuk menghindari juara Eropa 2008 itu.

”Di tim nasional sepak bola Brasil, tugas kami adalah memenangi semua laga,” ucap bek tengah Brasil, Lucio, dikutip AFP. ”Kami bermain untuk kehormatan seragam Brasil dan masyarakat Brasil. Kami tidak memilih-milih siapa lawan kami.”

Kaka menambahkan, Brasil harus mempertahankan momentum sehingga bakal mati-matian melawan Portugal. ”Brasil harus selalu berpikir untuk memenangi laga berikutnya,” kata Kaka. ”Sangat penting untuk finis pertama. Kami tahu imbang sudah cukup, tetapi menang sangat penting karena memberi kami kepercayaan diri dan motivasi untuk babak 16 besar.”

Kemenangan juga akan memastikan Brasil memainkan laga babak 16 besar di Johannesburg, tempat mereka berlatih sejak pertama datang di Afrika Selatan. Sementara runner-up grup harus pindah ke Cape Town untuk partai knock out. (Prasetyo Eko P)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau