Ka logawa anjlok

Korban Luka Dirawat di RS Panti Waluyo

Kompas.com - 29/06/2010, 17:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 70 korban luka-luka akibat tergulingnya Kerata Api Logawa dilarikan ke RS Panti Waluyo, Caruban, Jawa Timur. Hingga berita ini diturunkan, RS Panti Waluyo yang lokasinya berada terdekat dengan lokasi kecelakaan kereta ekonomi jurusan Purwokerto-Jember tersebut, belum menerima korban yang meninggal dunia. Enam penumpang dikabarkan tewas.

"Sampai sekarang, sudah 70 korban luka-luka yang sedang kami tangani," tegas Direktur RSUD Panti Waluyo, Farid Dimyati kepada Tribunnews.com saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (29/6/2010).

Menurut dr Farid, lokasi kejadian dengan RS Panti Waluyo berjarak sekitar 18 kilometer. Karena lokasi terdekat, sebagian besar korban di bawa ke RS tersebut. "Yang meninggal belum ada yang dibawa ke sini. Tapi kabarnya ada yang meninggal," tegas dr Farid.

Para korban mengalami luka patah kaki, patah tangan, kepala terbentur hingga perut terluka akibat kereta jatuh ke jurang. "Dua korban yang terluka parah sudah kita rujuk ke RS Soedono, Madiun," tegas dr Farid.

Untuk menolong pasien, RS Panti Waluyo mengerahkan tujuh dokter umum dan satu dokter bedah. "Saat ini kami sedang menangani para korban terlebih dulu," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau