JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia berpotensi menjadi basis produksi Nissan kedua setelah Thailand di kawasan ASEAN. Kendati demikian, harus memenuhi syarat, pemerintah Indonesia memperbaiki infrastruktur untuk menghilangkan ekonomi biaya tinggi. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh President & Chief Executive Officer (CEO) Nissan Motor Company Ltd, Carlos Ghosn kemarin di Jakarta dalam jumpa dengan wartawan tentang rencana Nissan di Indonesia.
Ditambahkan, Indonesia menjadi potensi pasar dunia selanjutnya setelah China, India dan Brasil. Nissan mulai menunjukkan komitmennya di Indonesia dengan tambahan investasi 20 juta dollar AS untuk meningkatkan kapasitas produksi pabriknya di Cikampek menjadi 100.000 unit per tahun atau naik 100 persen.
Pasar di Indonesia, masih sangat kecil dan jauh dibandingkan rasio kepemilikan mobil di negara berkembang lain. Di Amerika Serikat misalnya, 1.000 penduduk rasio kepemilik mobil mencapai 800 orang, Eropa 1.000:500, Brasil dan India rata-rata 1.000:200.
"Nah, di sini rasionya baru 1.000:3. Potensinya masih sangat besar. Indonesia juga bukan negara dengan pasar 500.000 unit lagi. Jumlahnya akan meningkat 1 juta unit dalam lima tahun ke depan. Bahkan bisa mencapai 3 juta unit nantinya,” beber Ghosn.
Lebih lanjut, ia menargetkan, dalam jangka menengah pangsa pasar Nissan di Indonesia naik menjadi 10 persen pada 2012. Tahap selanjutnya, Nissan membidik memperbesar pangsa pasar menjadi 15 persen, masuk ke peringkat tiga besar di pasar mobil domestik setelah Toyota dan Daihatsu.
"Dengan merek sebesar Nissan, pangsa pasar 5 persen yang ada sekarang ini sangat disayangkan. Saya memang minta manajemen di Indonesia mengejar 10 persen dan meningkatkannya lagi jadi 15 persen dalam jangka menengah (lima tahunan)," tutup Ghosn.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang