Tren Toyota Hilux Single Cab di Makassar

Kompas.com - 01/07/2010, 15:15 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com-Kendati ada beberapa pilihan kendaraan pick up single cab yang lebih murah, namun beberapa wiraswastawan kecil atau mereka yang baru memulai usaha di Sulawesi Selatan, lebih suka memilih Toyota Hi-Lux Single Cab. Mereka pun tidak peduli dengan harga lebih murah dan konsumsi bahan bakar irit yang ditawarkan merek lain.

Alasan mereka, yang penting kuat dan bisa digunakan sebagai kendaraan keluarga dengan penampilan lebih gaya. “Modelnya saya suka. Gaya! Kalau pikap lain karena dirancang untuk membawa barang, kurang cocok sebagai kendaraan keluarga. Apalagi dibawa ke mall,” cerita Khairil Anwar, 31 dari salah seorang penggunakan Hilux Single Cab dari Maros. Ia sendiri baru menggunakan Hilux Single Cab ini dua bulan.

Keputusan Khairil membeli Hilux bukan karena rayuan salesmen. Tetapi karena memang sudah naksir berat. “Begitu melihat brosur, saya langsung memutuskan, inilah kendaraan yang saya butuhkan. Langsung saja saya mendatangi dealer Toyota di Maros,” ceritanya.

Setelah dua bulan menggunakan Toyota Single Cab bermesin bensin 2,0 liter yang, 16 katup, DOHC, Khairil mengaku sangat puas. Sekali melakukan perjalan   harus menempuh jarak  150 – 220 km  untuk membawa telor dan ikan bandeng.

Toyota Hilux memang kuat. Mesinnya menghasilkan tenaga 136 PS @5.600 rpm dan torsi maksimum 18,6 kg-m @4.000 rpm. Pemakai Hilux di Sulawesi Selatan sangat senang karena kendaraan ini dilengkapi power steering sehingga menambah kenyamanan saat mengemudikannya. Suspensinya juga nyaman.

Hilux Bugis Faktor lain, yang membuatnya yakin menggunakan Hilux, karena jaringan Toyota yang sudah sangat luas dan mudah terjangkau. “Kalau pakai Toyota, layanan purna jualnya sudah dipastikan oke. Baik suku cadang maupn perawatan. Harga jual bekas Toyota juga tinggi. Karena itulah saya berketetapan dan memastikan memilih Hilux,” tegas Khairil, ayah dua putra ini.

Sebenarnya, bukan hanya pengusaha kecil semacam Khairil memantapkan hatinya menggunakan Toyota Hilux sebagai kendaraan untuk menunjang usahanya. Beberapa pengusaha, lain di Pare-pare, Sidrap, Gowa dan Pinrang yang ditemui KOMPAS.com, mengatakan, Hilux juga bisa digunakan sebagai kendaraan pribadi atau kendaraan harian keluarga. Tepatnya, kalau ada acara keluarga, pesta perkawinan bahkan sampai ke pusat perbelajaan, Hilux pantas.

“Coba kalau pakai pikap lain. Kita harus cari di tempat jauh-jauh. Dengan Hilux, kita bisa diturun di tempat orang menyambut tamu. Gayanya sama dengan kendaraan pribadi,” jelas Baharuddin Laharu, 42 , dari Gowa yang juga baru menggunakan Hilux 3 bulan. Ia telah mendadani Hiluxnya agar tampil makin gaya.

Malah pada tutup bak belakang - buat humor -  di bawah tulisan Hilux, dibumbui lagi kata “Bugis” dengan kepanjangannya, “Banyak Uang Ganti Istri”.

“Gengsi orang di derah ini termasuk tinggi. Karena itu, penampilan kendaraan menjadi pertimbangan utama bagi mereka,” jelas Abdul Hamid Mansyur dari PT Haji Kalla yang  yang menemani KOMPAS.com menemui para pemakai Toyota Dyna dan Hilux di Sulawesi Selatan. Begitulah kenyataannya, Toyota Hilux, selain memang pas buat usaha, juga pantas sebagai kendaraan keluarga karena tampil lebih gaya!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau