Jerman adalah kesebelasan yang tidak pernah kalah dalam adu penalti pada putaran final Piala Dunia. Mereka selalu menang pada empat kali drama adu penalti yang menegangkan sejak 1982.
Pertemuan terakhir Jerman dengan Argentina di babak perempat final Piala Dunia 2006 pun harus dilewati melalui adu penalti. Saat itu, Jerman menang 4-2 di Stadion Olympic, Berlin. Tuan rumah Jerman akhirnya berada di peringkat ketiga Piala Dunia 2006.
Mantan penjaga gawang Arsenal, Jens Lehmann, menjadi pahlawan Jerman saat itu dengan menahan tendangan Roberto Ayala dan Esteban Cambiasso.
Namun, tidak seperti empat tahun lalu, timnas Argentina saat ini, menurut Loew, memiliki banyak penendang penalti andal.
Loew mengatakan, salah jika menyebutkan bahwa hanya Lionel Messi pemain bagus satu-satunya di Argentina. Argentina sekarang solid dalam bertahan dan berbahaya jika menyerang. ”Argentina salah satu tim yang difavoritkan. Mungkin yang paling favorit juara,” katanya.
Meski demikian, Loew tetap menyiapkan skuadnya mengantisipasi kemungkinan pertandingan berujung adu penalti. Saat latihan, pemain dilatih menendang penalti masing-masing dua kali.
Lukas Podolski, Bastian Schweinsteiger, Mesut Ozil, Sami Khedira, dan Miroslav Klose disiapkan menjadi penendang penalti. Selain itu, kapten Philipp Lahm dan Thomas Mueller juga siap jika harus ditunjuk Loew.
Mereka telah diberi nasihat oleh Andreas Brehme, salah seorang pemain pada final Piala Dunia 1990 melawan Argentina yang membawa Jerman meraih gelar juara dunia ketiganya. ”Kamu harus percaya diri. Jangan terlalu terbebani. Tinggal tendang saja,” katanya kepada para pemain seperti dikutip AFP.
Sementara itu, Pelatih Argentina Diego Maradona menyebut babak delapan besar sebagai permulaan sejarah. Hal itu dilontarkan untuk menggambarkan betapa tim dari Amerika Selatan mendominasi Piala Dunia 2010.
Dari delapan tim yang lolos ke perempat final, empat di antaranya dari Amerika Selatan, Brasil, Argentina, Paraguay, dan Uruguay.
Argentina dan Jerman pernah bertemu dua kali di final Piala Dunia, tahun 1986 dan 1990. Tahun 1986, Argentia mengalahkan Jerman Barat 3-2. Empat tahun kemudian, Jerman mengalahkan Argentina 1-0.
Meskipun pertandingan Argentina melawan Jerman belum dimulai, perang kata-kata telah dimulai. Sebelum ini gelandang Schweinsteiger menyebut skuad Maradona sebagai pemain yang berperilaku tidak sopan di lapangan, kini giliran kapten Phillip Lahm yang mengatakan pemain Argentina temperamental.
”Kita semua tahu orang Amerika Selatan impulsif dan temperamental. Sabtu nanti kita akan melihat mereka kalah dan bagaimana mengatasi kekalalahannya,” ujar Lahm.
Menurut Schweinsteiger, kebiasaan pemain Argentina menggerakkan tangan selagi bicara dan bagaimana mereka memengaruhi wasit di lapangan sangat tidak sopan. ”Seingat saya, keributan setelah adu penalti tahun 2006 dipicu oleh tindakan pemain Argentina,” ujar gelandang Bayern Muenchen itu.
Schweinsteiger yakin bisa menang atas Argentina. Yang terpenting tidak terintimidasi dan merespons provokasi pemain Argentina.