Kejagung Akan Kejar Hartono ke Taiwan

Kompas.com - 02/07/2010, 16:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Jaksa Agung Darmono mengatakan, pihaknya akan terus mengejar tersangka kasus dugaan korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum Hartono Tanoesudibjo yang kabur ke Taipei, Taiwan, pada 24 Juni silam, atau sehari sebelum dicegah ke luar negeri.

"Kami akan melayangkan surat pemanggilan kedua. Jika tidak datang, kami akan kejar," ujar Darmono kepada para wartawan, Jumat (2/7/2010) di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta.

Dikatakan Darmono, apa yang dilakukannya sudah sesuai dengan protap yang ada. Ditambahkannya, jika Hartono tetap bersikeras tak memenuhi panggilan, yang bersangkutan akan dihadirkan paksa ke Kejagung oleh bagian pemburu tersangka.

Darmono juga membantah bahwa pihaknya kecolongan terkait melenggangnya Hartono ke luar negeri. "Itu kebetulan saja," ujarnya singkat.

Informasi hengkangnya Hartono dibenarkan Ditjen Imigrasi Bambang Catur Puspitowarno. "Hartono Tanoesudibjo telah meninggalkan Indonesia pada 24 Juni 2010. Berdasarkan data dari hasil pengecekan Border Control Management (BCM), Hartono diketahui meninggalkan Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta menuju Taiwan pukul 05.04," kata Bambang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau