Muhammadiyah Takkan Tinggalkan PAN

Kompas.com - 03/07/2010, 19:58 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menegaskan, hubungan kesejarahan dan aspirasi Muhammadiyah yang tersalurkan melalui PAN menjadi dasar bagi partai itu dan Muhammadiyah untuk tidak saling meninggalkan.

"PAN tidak akan ditinggalkan oleh Muhammadiyah kalau dilihat dari hubungan sejarahnya," kata Amien Rais seusai pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-46 sekaligus milad ke-100 ormas itu di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Sabtu (3/7/2010).

Amien mengatakan, PAN juga aspiratif terhadap Muhammadiyah sehingga lebih dari separuh anggota DPR dari Fraksi PAN adalah warga Muhammadiyah. "PAN juga kerap memperjuangkan Muhammadiyah dalam pembahasan APBN dan APBD," katanya.

Oleh karena itu, Amien Rais yang juga mantan Ketua MPR RI itu mengaku belum bisa menganalisis kemungkinan PAN ditinggalkan oleh Muhammadiyah seperti halnya sejumlah partai lain yang ditinggalkan ormas atau massa pendukungnya.

Muhammadiyah dan PAN, menurut Amien, memang tidak memiliki hubungan organisatoris dan hubungan struktural, tetapi dalam hubungan kesejarahan. PAN lahir lewat sidang Tanwir Muhammadiyah. Karena itu, kenyataan historis ini tidak pernah bisa dihilangkan.

"Memang dalam pertumbuhannya tentu kadang-kadang ada sedikit perbedaan pendapat. Tapi selama Muhammadiyah tekun dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan keagamaan serta tidak usah terlalu jauh campuri politik, semuanya akan aman sehat walafiat," katanya.

Amien juga mengharapkan PAN jangan sampai melakukan intervensi ke Muhammadiyah. Hal ini juga berguna agar Muhammadiyah tidak lepas dari sejarah PAN.

"Asal PAN menghormati Muhammadiyah, jangan campur tangani Muhammadiyah biar berkembang. Juga Muhammadiyah tidak usah mengatur-atur PAN, saya kira nanti akan ada pembagian kerja yang baik," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau