YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menegaskan, hubungan kesejarahan dan aspirasi Muhammadiyah yang tersalurkan melalui PAN menjadi dasar bagi partai itu dan Muhammadiyah untuk tidak saling meninggalkan.
"PAN tidak akan ditinggalkan oleh Muhammadiyah kalau dilihat dari hubungan sejarahnya," kata Amien Rais seusai pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-46 sekaligus milad ke-100 ormas itu di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Sabtu (3/7/2010).
Amien mengatakan, PAN juga aspiratif terhadap Muhammadiyah sehingga lebih dari separuh anggota DPR dari Fraksi PAN adalah warga Muhammadiyah. "PAN juga kerap memperjuangkan Muhammadiyah dalam pembahasan APBN dan APBD," katanya.
Oleh karena itu, Amien Rais yang juga mantan Ketua MPR RI itu mengaku belum bisa menganalisis kemungkinan PAN ditinggalkan oleh Muhammadiyah seperti halnya sejumlah partai lain yang ditinggalkan ormas atau massa pendukungnya.
Muhammadiyah dan PAN, menurut Amien, memang tidak memiliki hubungan organisatoris dan hubungan struktural, tetapi dalam hubungan kesejarahan. PAN lahir lewat sidang Tanwir Muhammadiyah. Karena itu, kenyataan historis ini tidak pernah bisa dihilangkan.
"Memang dalam pertumbuhannya tentu kadang-kadang ada sedikit perbedaan pendapat. Tapi selama Muhammadiyah tekun dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan keagamaan serta tidak usah terlalu jauh campuri politik, semuanya akan aman sehat walafiat," katanya.
Amien juga mengharapkan PAN jangan sampai melakukan intervensi ke Muhammadiyah. Hal ini juga berguna agar Muhammadiyah tidak lepas dari sejarah PAN.
"Asal PAN menghormati Muhammadiyah, jangan campur tangani Muhammadiyah biar berkembang. Juga Muhammadiyah tidak usah mengatur-atur PAN, saya kira nanti akan ada pembagian kerja yang baik," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang