MEDAN, KOMPAS.com — Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Medan minta kepada pihak kepolisian segera menyelidiki aksesori tabung elpiji yang akhir-akhir ini semakin banyak diperjualbelikan di sejumlah pasar swalayan di kota itu.
"Aksesori berupa selang dan regulator tabung gas itu perlu diperiksa secara intensif sehingga tidak merugikan masyarakat pemakai produk tersebut," kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Medan Abubakar Sidik di Medan, Selasa (6/7/2010).
Pemeriksaan aksesori tersebut, menurut dia, perlu dilakukan pihak berwajib untuk mengetahui apakah barang itu telah sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan pemerintah.
Ketentuan itu, misalnya, selang dan regulator tabung gas yang dijual itu telah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Dengan demikian, masyarakat yang akan membeli dan menggunakan aksesori itu merasa aman dan terjamin keselamatan mereka dan tidak terjadi kebakaran pada tabung gas tersebut.
"Karena selama ini sering kali terjadi kebakaran pada tabung gas itu," ujarnya.
Ia mengatakan, diduga penyebab kebakaran pada tabung gas itu akibat menggunakan aksesori yang tidak sesuai dengan SNI.
Oleh karena itu, ia meminta warga berhati-hati untuk membeli aksesori tabung gas, dan jangan sampai membeli yang ilegal.
"Pemerintah juga perlu menyosialisasikan kepada masyarakat secara luas mengenai aksesori tabung gas itu, dan termasuk produk tabung gas yang sesuai dengan ketentuan tersebut," ujar Sidik.
Selain itu, masyarakat yang ada di kabupaten/kota maupun di pedesaan perlu diberitahu mengenai nomor registrasi produk (NRP) tabung gas yang dikeluarkan pemerintah sehingga mereka dapat mengetahuinya.
"Hal ini perlu diberikan kepada masyarakat sehingga dapat membeli produk tabung gas yang sesuai dengan SNI. Kita tidak mau lagi mendengar adanya warga yang membeli tabung gas yang di luar ketentuan," kata Sidik.
Menurut data yang diperoleh, akibat kebakaran di Kota Medan, yang penyebabnya tabung elpiji 12 kg meledak terjadi di Jalan Pukat V, Medan, enam rumah habis terbakar dan satu warga mengalami luka bakar serius.
Selain itu, kebakaran rumah makan di Jalan Dr Mansyur, Medan Sunggal, Senin, akibat tabung elpiji ukuran 12 kg meledak.
Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu, tetapi kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Selain itu, banyak lagi kebakaran lainnya di Kota Medan akibat tabung gas meledak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang