Piala dunia

Tekuk Uruguay, Belanda ke Final

Kompas.com - 07/07/2010, 03:19 WIB

CAPE TOWN, KOMPAS.com — Tim nasional Belanda melaju ke final setelah menang 3-2 atas Uruguay pada pertandingan semifinal Piala Dunia, Selasa (6/7/2010). Ini merupakan final pertama mereka sejak Piala Dunia 1978.

Kedua kubu bermain agresif dan bertukar serangan sejak menit awal. Namun, buruknya koordinasi serangan dan alur umpan membuat masing-masing kesulitan menciptakan serangan berbahaya.

Meski begitu, Belanda tampak lebih mampu merepotkan musuh dengan permainan umpan silangnya. Dalam sejumlah kesempatan, Belanda mampu membuat Fernando Muslera pontang-panting.

Pada menit keempat, misalnya, Wesley Sneijder melepaskan umpan silang yang ditepis Muslera. Bola kemudian jatuh di kaki Dirk Kuyt, yang langsung menembakkan bola ke gawang. Namun, tembakan Kuyt melenceng dari sasaran.

Pada menit kesepuluh, giliran Arjen Robben yang membahayakan gawang Uruguay. Memanfaatkan umpan silang Kuyt, ia berhasil menjangkau bola dan mengirimnya ke arah gawang. Namun, Muslera berhasil mengantisipasi ancaman itu.

Tiga menit berselang, Sneijder melepaskan tembakan tepat ke tengah gawang Muslera. Namun, bola membentur tubuh rekannya, Robin van Persie.

Di tengah kebuntuan itu, Van Bronckhorst membuat kejutan dengan melepaskan tendangan jarak jauh yang bersarang di sudut kiri atas gawang Muslera pada menit ke-18.

Gol itu melambungkan moral Belanda. Mereka pun mencoba meningkatkan tekanan. Namun, di sisi lain, Uruguay semakin ngotot menyerang. Belanda yang tak mau kehilangan tiket final mampu bertahan dengan baik dan sesekali menciptakan serangan kejutan.

Pertempuran kedua kubu berlangsung alot dan nyaris tak membuahkan ketegangan berarti sampai Diego Forlan mencetak gol yang membuat Uruguay mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-41. Menguasai bola di luar kotak penalti, ia mengirim bola masuk ke sudut kiri atas gawang Maarten Stekelenburg.

Gol itu memaksa Belanda menambah daya serang. Di sisi lain, Uruguay menolak mundur dan mempertahankan tekanannya. Namun, skor 1-1 tak berubah sampai peluit turun minum berbunyi.

Memasuki babak kedua, Belanda mengambil inisiatif menyerang. Namun, Uruguay berhasil merebutnya dan melancarkan serangan berbahaya pada menit ke-51.

Saat itu, di luar kotak penalti, Stekelenburg keluar sarang menghalau bola Edinson Cavani. Bola kemudian mental ke Alvaro Pereira yang langsung mengirim bola ke gawang yang kosong. Namun, sesaat sebelum bola masuk gawang, Van Bronckhorst menanduknya keluar lapangan.

Selanjutnya, kedua kubu kembali terlibat aksi saling serang, yang meski berbahaya,  tak ada peluang berarti sampai pada menit ke-67 Forlan melepaskan tembakan ke sudut kanan bawah gawang Belanda, yang sayangnya diblok oleh Stekelenburg.

Belanda bereaksi cepat membalas ancaman itu. Pada menit ke-69, Rafael van der Vaart secara akurat menembakkan bola dari tengah kotak penalti, tetapi Muslera menepisnya.

Bola kemudian jatuh di kaki Robben. Ia mencoba menembakkan bola, tetapi bola melenceng dari sasaran.

Meski gagal, serangan terakhir itu menjadi inspirasi permainan Belanda. Itu terbukti dengan terciptanya gol kedua mereka, yang diciptakan Wesley Sneijder pada menit ke-70. Menguasai umpan Robin van Persie di tengah kotak penalti, ia menyepak bola masuk ke sudut kiri bawah gawang.

Tak mau kehilangan momen, Belanda mempertahankan intensitas serangan mereka. Hasilnya, pada menit ke-72, mereka berhasil unggul 3-1 berkat gol Robben. Dari tengah kotak penalti, ia menanduk umpan Dirk Kuyt masuk ke sudut kanan bawah gawang Muslera.

Gol itu membuat permainan Belanda tampak lebih lugas dan tegas. Meski tak sepenuhnya bebas ancaman, mereka mengendalikan permainan dan menciptakan serangan-serangan berbahaya.

Pada menit ke-87, Belanda melancarkan serangan balik yang nyaris membuahkan gol keempat. Setelah menguasai umpan Van Persie, Robben menggiring bola sendirian masuk kotak penalti dan melepaskan tembakan, yang sayangnya terlalu lemah sehingga bisa diamankan Muslera.

Di tengah dominasi itu, Belanda dikejutkan gol kedua Uruguay yang dicetak Maxi Pereira pada menit ke-90+1. Menguasai bola di luar kotak penalti, ia menembakkan bola masuk ke sudut kanan bawah gawang Belanda.

Gol itu melambungkan moral Uruguay. Meski waktu sempit, mereka terus berusaha mencari gol ketiga. Mereka kemudian memang mampu menyulitkan Belanda, tetapi gagal menghindari kekalahan 2-3.

Selama pertandingan, Belanda menguasai bola sebanyak 53 persen dan melepaskan tujuh tembakan akurat dari sebelas usaha. Adapun Uruguay menciptakan enam peluang emas dari 12 percobaan. (*)

Susunan pemain:

Uruguay: Fernando Muslera; Diego Godin, Mauricio Victorino, Walter Gargano, Maximiliano Pereira, Martin Caceres, Diego Perez, Alvaro Pereira (Sebastian Abreu 78), Egidio Arevalo, Edinson Cavani, Diego Forlan (Sebastián Fernandez 85). Belanda: Maarten Stekelenburg; Khalid Boulahrouz, John Heitinga, Joris Mathijsen, Giovanni van Bronckhorst; Dirk Kuyt, Mark van Bommel, Wesley Sneijder, Demy de Zeeuw (Rafael van der Vaart 46), Arjen Robben (Eljero Elia 89); Robin van Persie.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau