Jankovic Naik Peringkat

Kompas.com - 07/07/2010, 04:18 WIB

Belgrade, Selasa - Meskipun hanya finis di babak perdelapan final Grand Slam Wimbledon 2010, petenis Jelena Jankovic berhasil naik ke peringkat ke-2 Sony Ericsson WTA Tour Rankings, Selasa (6/7). Peringkat tersebut menjadi pencapaian tertinggi petenis Serbia itu dalam 17 bulan terakhir.

Sejak 2 Februari 2009, Jankovic hanya menempati peringkat ketiga dunia menyusul hasil buruknya di Grand Slam Australia Terbuka. Di sini Jankovic hanya mencapai babak keempat. Jankovic bahkan sempat menempati peringkat ke-9 dunia sebelum akhirnya melonjak ke peringkat kedua dunia pekan ini.

Petenis yang sekarang mulai terjun menjadi fotomodel tersebut juga pernah menduduki peringkat dua besar sejak 16 Juni 2008 hingga 31 pekan kemudian, termasuk di antaranya 18 pekan di peringkat pertama dunia.

Kesuksesan Jankovic kembali ke peringkat kedua tidak lepas dari banyaknya petenis putri unggulan yang berguguran di babak-babak awal turnamen Grand Slam Wimbledon. Hanya Serena Williams dan Jelena Jankovic yang mampu bertahan hingga babak bergengsi.

Jankovic sendiri terpaksa berhenti di babak 16 besar Wimbledon setelah cedera punggungnya kambuh. ”Saya telah berupaya melakukan perawatan cedera ini dan akan saya lanjutkan itu. Sesungguhnya saya masih dalam masa penyembuhan, tetapi saya mencoba kembali ke lapangan secepat mungkin. Saya saat ini masih punya dua pekan lagi hingga turnamen berikutnya di Portoroz, Slovenia,” ujar Jankovic.

Di tengah kondisinya yang kurang fit, catatan prestasi Jankovic terbilang lumayan dibandingkan dengan sejumlah petenis lainnya, termasuk head to head-nya atas Serena Williams. Dari delapan pertemuan terakhirnya dengan petenis Amerika Serikat itu, sebagian besar dimenanginya.

Sejak kesuksesannya menjuarai turnamen tenis Indian Wells, California, awal tahun 2010 lalu, Jankovic telah menang sebanyak 27 kali dari 34 laga yang dijalananinya.

”Saya berjuang keras dalam setiap pertandingan yang saya ikuti dan mendapatkan hasil lumayan dalam beberapa bulan terakhir. Memenangi Indian Wells dan mengalahkan Williams bersaudara di Roma merupakan hasil yang membanggakan. Hasil-hasil itu membantu saya mencapai peringkat yang lebih tinggi. Yang juga tak kalah pentingnya adalah pencapaian saya hingga babak semifinal Perancis Terbuka lalu,” ungkap dia di situs resmi WTA Tour.

Target utama Jankovic saat ini adalah mengembalikan kesehatannya hingga fit lagi dan siap kembali ke lapangan untuk bermain sebaik mungkin.

”Saya berterima kasih atas dukungan dari penggemar dan semua orang. Saya berharap dapat membalasnya dengan penampilan terbaik saya dalam tenis hingga akhir tahun ini,” katanya.

Turnamen lapangan keras Grand Slam Amerika Serikat Terbuka akan menjadi turnamen favoritnya pada musim panas ini. Dua tahun lalu Jankovic mencatat hasil mengesankan di turnamen itu, yakni menggapai final.

”Saya punya kenangan yang sangat mengesankan di AS Terbuka dua tahun silam. Saya suka lapangan keras. Dan, saya akan memprioritaskannya pada musim panas ini,” ujar dia.

Swedia Terbuka

Dari turnamen Swedia Terbuka dilaporkan, petenis Italia, Flavia Pennetta, yang turun dengan fasilitas wild card, melaju ke babak kedua setelah mengempaskan Anna Brazhnikova dua set langsung dengan skor 6-2, 6-0 pada Selasa (6/7).

Di turnamen yang sama, unggulan keempat, Gisela Dulko, membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk menaklukkan perlawanan petenis nonunggulan berusia 16 tahun asal Swedia, Ellen Allgurin, 6-1, 6-3.

Swedia sendiri tak lagi mempunyai wakil di turnamen tersebut di nomor tunggal setelah petenis nomor satu negara tersebut, Sofia Arvidsson, kalah 6-2, 6-4 dari petenis nonunggulan, Anna-Lena Groenefeld.

(AP/HAN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau