Ribuan Tabung Gas Tiga Kilogram Rusak

Kompas.com - 07/07/2010, 21:32 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Tim gabungan Perlindungan Konsumen Pemerintah Kota Tasikmalaya menemukan seribuan tabung gas elpiji tiga kilogram dalam kondisi rusak di dua Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Tasikmalaya, Jabar.

Saat melakukan pemeriksaan, Rabu (7/7/2010) Ketua Tim Perlindungan Konsumen, Odang Saefudin mengatakan, berdasarkan pengakuan pimpinan dua SPBE ditemukan sekitar 700 tabung gas di SPBE Patra Traiding anak perusahaan Pertamina dan sekitar 400 tabung di SPBE PT Wahida Arta Guna Lestari dalam kondisi rusak.

"Ada tabung gas yang rusak atau bocor dan tidak layak pakai, disimpan di SPBE dan diganti yang baru," kata Odang.

Ditahannya tabung gas tersebut, menurut Odang, tidak akan menyebabkan kekurangannya pasokan karena masing-masing SPBE sudah menyiapkan stok tabung sebanyak lima ribu tabung.

Dari 22 ribuan tabung gas yang beredar di Kota Tasikmalaya, kata Odang, pihaknya mengimbau kepada masyarakat atau agen penjualan gas elpiji untuk segera mengembalikan ke SPBE jika menemukan tabung gas rusak.

"Kalau bisa tabung gas rusak yang ada di SPBE itu segera ganti baru, jangan disimpan berlama-lama, khawatir nanti terkesan digunakan lagi," katanya.

Sementara itu, tim yang tergabung dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepolisian, Kejaksaan dan masyarakat Kota Tasikmalaya, masuk ke areal pengisian tabung gas dan menemukan tumpukan tabung rusak disimpan terpisah.

Kepala SPBE Patra Traiding, Rohadi, mengatakan sekitar 700 tabung gas yang rusak terkumpul selama tahun 2010 hingga Juli, dan akan dikirimkan ke Pertamina pusat untuk diganti yang baru.

Tabung gas yang kebanyakan bocor itu, didapati dari berbagai agen penjualan elpiji wilayah Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Tasikmalaya.

"Tabung yang kami terima ternyata ada dalam keadaan rusak, sehingga kami menyimpannya karena tidak layak pakai," katanya.

Sementara itu, kepala SPBE PT Wahida Arta Guna Lestari, Asep Yusuf mengatakan, sekitar 400 tabung gas yang diketahui rusak terdapat dari berbagai agen yang tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Diketahuinya kerusakan tabung gas tersebut, dengan cara manual merendamkan tabung kedalam air yang menimbulkan gelembung udara.

"Salah satu yang kami lakukan pemeriksaan dengan cara merendamnya, ternyata bocor, kami pisahkan dan tidak digunakan lagi," katanya yang menambahkan setiap hari pengisian gas sebanyak 29 ton untuk wilayah Tasikmalaya.

Selain menyeleksi tabung gas dengan cara mencelupkan kedalam air, Asep menjelaskan pihaknya melakukan pemeriksaan dari berat kosong tabung gas.

Dijelaskan dia, jika tabung gas kosong dibawah 4 kg jauh diatas normal tabung kosong seberat 5 kg maka dinyatakan rusak dan tidak layak pakai.

"Kurang dari 4 kilo berat tabung kosong, kami tolak karena tidak layak pakai, selanjutnya kami berita acara serah terimakan ke pihak agen, agar dapat diganti yang baru," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau