TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Tim gabungan Perlindungan Konsumen Pemerintah Kota Tasikmalaya menemukan seribuan tabung gas elpiji tiga kilogram dalam kondisi rusak di dua Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Tasikmalaya, Jabar.
Saat melakukan pemeriksaan, Rabu (7/7/2010) Ketua Tim Perlindungan Konsumen, Odang Saefudin mengatakan, berdasarkan pengakuan pimpinan dua SPBE ditemukan sekitar 700 tabung gas di SPBE Patra Traiding anak perusahaan Pertamina dan sekitar 400 tabung di SPBE PT Wahida Arta Guna Lestari dalam kondisi rusak.
"Ada tabung gas yang rusak atau bocor dan tidak layak pakai, disimpan di SPBE dan diganti yang baru," kata Odang.
Ditahannya tabung gas tersebut, menurut Odang, tidak akan menyebabkan kekurangannya pasokan karena masing-masing SPBE sudah menyiapkan stok tabung sebanyak lima ribu tabung.
Dari 22 ribuan tabung gas yang beredar di Kota Tasikmalaya, kata Odang, pihaknya mengimbau kepada masyarakat atau agen penjualan gas elpiji untuk segera mengembalikan ke SPBE jika menemukan tabung gas rusak.
"Kalau bisa tabung gas rusak yang ada di SPBE itu segera ganti baru, jangan disimpan berlama-lama, khawatir nanti terkesan digunakan lagi," katanya.
Sementara itu, tim yang tergabung dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepolisian, Kejaksaan dan masyarakat Kota Tasikmalaya, masuk ke areal pengisian tabung gas dan menemukan tumpukan tabung rusak disimpan terpisah.
Kepala SPBE Patra Traiding, Rohadi, mengatakan sekitar 700 tabung gas yang rusak terkumpul selama tahun 2010 hingga Juli, dan akan dikirimkan ke Pertamina pusat untuk diganti yang baru.
Tabung gas yang kebanyakan bocor itu, didapati dari berbagai agen penjualan elpiji wilayah Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Tasikmalaya.
"Tabung yang kami terima ternyata ada dalam keadaan rusak, sehingga kami menyimpannya karena tidak layak pakai," katanya.
Sementara itu, kepala SPBE PT Wahida Arta Guna Lestari, Asep Yusuf mengatakan, sekitar 400 tabung gas yang diketahui rusak terdapat dari berbagai agen yang tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.
Diketahuinya kerusakan tabung gas tersebut, dengan cara manual merendamkan tabung kedalam air yang menimbulkan gelembung udara.
"Salah satu yang kami lakukan pemeriksaan dengan cara merendamnya, ternyata bocor, kami pisahkan dan tidak digunakan lagi," katanya yang menambahkan setiap hari pengisian gas sebanyak 29 ton untuk wilayah Tasikmalaya.
Selain menyeleksi tabung gas dengan cara mencelupkan kedalam air, Asep menjelaskan pihaknya melakukan pemeriksaan dari berat kosong tabung gas.
Dijelaskan dia, jika tabung gas kosong dibawah 4 kg jauh diatas normal tabung kosong seberat 5 kg maka dinyatakan rusak dan tidak layak pakai.
"Kurang dari 4 kilo berat tabung kosong, kami tolak karena tidak layak pakai, selanjutnya kami berita acara serah terimakan ke pihak agen, agar dapat diganti yang baru," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang