Anak-anak Korban Lapindo Butuh Dana

Kompas.com - 08/07/2010, 18:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 103 anak korban lumpur lapindo, membutuhkan Rp 43.644.500 untuk membayar SPP, buku, seragam, ujian, dan biaya bangunan atau gedung sekolah. Untuk itu Posko Keselamatan Korban Lumpur Lapindo menggalang aksi penggalangan dana dengan tema 'Seribu Rupiah untuk Pendidikan Anak-anak Korban Lumpur Lapindo'.

Sebagai upaya untuk mensosialisasikan penggalangan dana tersebut maka Koalisi Gerakan Anti Generasi Suram, mensosialisasikan program tersebut di sekretariat Kontras, Jakarta, Kamis (8/7/2010).

Dalam acara yang berlangsung selama dua jam tersebut berlangsung meriah, ada penuturan dari korban lapindo secara langsung, aksi teatrikal, lelang foto lapindo, dan aksi simbolis menyumbang seribu.

Menurut Abdurahim, seorang korban lumpur lapindo menjelaskan bahwa dirinya merasa kewalahan untuk membiayai dua anaknya yang sekarang duduk di bangku sekolah.

"Anak saya sekarang sekolah di sekolah swasta sehingga biayanya ditanggung murid, meskipun ada BOS, tetapi dana tersebut untuk operasional sekolah bukan untuk siswa," katanya.

Lebih jauh ia mengeluhkan, bahwa setiap ganti caturwulan, buku paket harus diganti, sehingga semakin besar saja biaya sekolah. "Ruwet saya harus menanggung biaya Rp 50 ribu setiap bulan untuk SPP, belum lagi buku-buku," ujarnya.

Ia mengaku, sebelum adanya lumpur Lapindo yang menenggelamkan kampungnya, ia masih bisa bekerja sebagai buruh tani dan menyewa sawah kepada orang lain. "Tapi sekarang saya sudah tidak bisa lagi karena sawah-sawahnya sudah terendam lumpur," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau