Edan! Lagi Nobar Jerman-Spanyol Digranat

Kompas.com - 08/07/2010, 22:26 WIB

MOGADISHU, KOMPAS.com — Nonton bareng Piala Dunia dalam pertandingan semifinal antara Jerman dan Spanyol pada Rabu malam diwarnai serangan granat yang menewaskan dua orang di ibu kota Somalia, Mogadishu, kata saksi mata, Kamis (8/7/2010).

"Serangan granat itu terjadi pada menit terakhir terhadap sebuah rumah yang sedang mengadakan nonton bareng dalam pertandingan semifinal," kata Mohamed Adan, seorang tetangga rumah korban.

Ledakan itu terjadi saat beberapa anak muda sedang menonton bareng dalam laga Spanyol-Jerman. Satu korban tewas di tempat dan seorang lagi meninggal beberapa saat kemudian akibat luka bakar yang dideritanya.

Granat itu menerjang masuk ke rumah tersebut di Elashabiyaha, kota pinggiran Mogadishu, tempat ribuan orang sedang menonton siaran langsung lewat televisi dari Afrika selatan.

"Kami belum mengetahui siapa yang menjadi sasaran serangan granat itu, tetapi serangan itu terjadi hanya 20 menit setelah satu ledakan lain, disusul baku tembak di satu pos kepolisian," kata Abdullahi Hasan Islo, seorang warga setempat.

Idris Hussein, seorang saksi mata lainnya, mengatakan, tiga orang lagi mengalami cedera akibat ledakan granat itu. Seorang pemimpin gerilyawan Muslim dari kelompok Hezb al-Islam mengonfirmasi ledakan granat tersebut.

"Kami mengetahui bahwa ledakan itu terjadi tadi malam di Elashabiyaha dan salah satu di antara para penonton bareng Piala Dunia menjadi sasaran serangan, tetapi saya sejauh ini belum mengetahui detailnya," ujar pejabat Hezb Al-Islam, yang enggan dikutip namanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau