Malaysia terbuka grand prix gold

Indonesia Pastikan Gelar Ganda Putra

Kompas.com - 10/07/2010, 21:03 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Unggulan kedua ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan akan bertemu sesama ganda Indonesia Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan di final Malaysia Terbuka Grand Prix Gold, Minggu (11/7/10).

Pada partai terakhir semifinal di Stadium Bandaraya Johor Bharu, Sabtu (10/7/10), Alvent/Hendra memastikan tempat di final melalui kemenangan atas pasangan Malaysia Mak Hee Chun/Tan Wee Kiong 21-13, 21-11.

Sebelumnya, Kido/Hendra sudah lebih dulu mencapai final dengan kemenangan atas unggulan delapan asal Hongkong Yohan Hadikusumo Wiratama/Wong Wai Hong 21-6, 21-16.

Pertemuan di final turnamen berhadiah 120 ribu dollar AS itu akan menjadi yang kelima bagi keduanya dengan masing-masing mengumpulkan dua kemenangan.

"Besok main habis-habisanlah, sudah di final," kata Kido yang dalam pertemuan terakhir kalah oleh Alvent/Hendra di Hongkong Super Series 2009.

Selain mereka, ganda campuran Devin Lahardi/Liliyana Natsir juga mencapai final pertama mereka sebagai pasangan dengan mengalahkan pasangan Malaysia Ong Jian Guo/Chong Sook Chin 21-13, 21-16.

Mereka akan memperebutkan gelar juara dengan pasangan Thailand Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam.

Gelar tunggal putra akan diperebutkan dua pemain tuan rumah Malaysia, unggulan pertama Lee Chong Wei dengan Wong Choong Hann.

Mahkota tunggal putri akan diperebutkan oleh dua pemain Hongkong unggulan kedua Zhou Mi dengan Yip Pui Yin yang menjadi unggulan ketiga.

Sedangkan final ganda putri mempertemukan pasangan Thailand Duanganong Aroonkesorn/Kunchala Voravichitchaikul dengan Ng Hui Ern/Ng Hui Lin dari Malaysia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau