Konversi minyak tanah

Lagi, Ledakan Gas Pedagang Mi Luka Bakar

Kompas.com - 10/07/2010, 21:40 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Seorang pedagang mi goreng di pinggiran jalan Desa Pakemitan, Kecamatan, Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami luka bakar akibat ledakan semburan api kompor gas, Sabtu (10/7/2010), sekitar pukul 18.00 WIB.

Kapolsek Ciawi AKP Dies Ratmono mengatakan, korban Yohan (22), warga Kampung Sukaroji RT 02 RW 02 Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, Tasikmalaya, kini dilarikan ke puskesmas untuk menjalani perawatan medis.

Korban yang kesehariannya bekerja sebagai pedagang mi goreng di wilayah Kecamatan Ciawi itu mengalami luka bakar serius di bagian muka, telinga, leher, dan tangan kiri akibat semburan api yang cukup besar saat sedang menyalakan kompor gas.

"Diduga luka korban karena tersambar api," kata Kapolsek.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, kata Kapolsek, korban saat akan menyalakan kompor gas setelah menerima pesanan dari pelanggannya tiba-tiba mengeluarkan semburan api cukup besar. Korban yang berada tepat di bagian depan sumber api langsung terbakar.

Peristiwa tersebut membuat warga setempat termasuk pelanggan mi goreng panik. Beruntung semburan api kompor gas berhasil dipadamkan tidak lama dari kejadian.

Korban hingga menjelang malam masih menjalani perawatan intensif.

Menurut Kapolsek setempat, korban akan dirujuk ke rumah sakit umum daerah Tasikmalaya untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan terkait semburan kompor gas yang membuat korban luka bakar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau