Besok, PBB dan Korut Bicarakan Cheonan

Kompas.com - 12/07/2010, 16:17 WIB

SEOUL, KOMPAS.com - Para perwira militer Korea Utara dan Komando PBB yang mengawasi gencatan senjata Perang Korea akan bertemu, Selasa (13/7/2010) untuk membicarakan soal tenggelamnya sebuah kapal perang Korea Selatan, kata seorang pejabat.      Satu tim penyelidik menuduh Korea Utara (Korut) melancarkan serangan torpedo ke korvet Cheonan Korea Selatan (Korsel)  Maret,menewaskan 46 pelaut.      Dewan Keamanan PBB dalam sebuah pernyataan Jumat mengecam tindakan itu tetapi tidak mengungkapkan secara langsung kesalahan itu pada Korea Utara (Korut).      Korut membantah terlibat dalam insiden tenggelamnya kapal itu dan menuduh Korsel mengotaki satu rekayasa untuk keuntungan politik.      Korut pertama menolak imbauan Komando PBB untuk berunding dan membicarakan pelanggaran gencatan senjata  yang mengakhiri Perang Korea 1950-1953. Negara itu mengubah sikapnya dan mengatakan pihaknya akan menyetujui pertemuan semacam itu , setelah Seoul menolak usulnya  untuk mengirim satu tim militer untuk memeriksa kapal yang tenggelam itu.      Pertemuan itu akan diselenggarakan di desa gencatan senjata Panmunjom yang terletak di perbatasan militer antara kedua Korea pada pukul 01:00 GMT (08:00 WIB) Selasa, kata Komando PBB.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau