SEOUL, KOMPAS.com - Para perwira militer Korea Utara dan Komando PBB yang mengawasi gencatan senjata Perang Korea akan bertemu, Selasa (13/7/2010) untuk membicarakan soal tenggelamnya sebuah kapal perang Korea Selatan, kata seorang pejabat. Satu tim penyelidik menuduh Korea Utara (Korut) melancarkan serangan torpedo ke korvet Cheonan Korea Selatan (Korsel) Maret,menewaskan 46 pelaut. Dewan Keamanan PBB dalam sebuah pernyataan Jumat mengecam tindakan itu tetapi tidak mengungkapkan secara langsung kesalahan itu pada Korea Utara (Korut). Korut membantah terlibat dalam insiden tenggelamnya kapal itu dan menuduh Korsel mengotaki satu rekayasa untuk keuntungan politik. Korut pertama menolak imbauan Komando PBB untuk berunding dan membicarakan pelanggaran gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea 1950-1953. Negara itu mengubah sikapnya dan mengatakan pihaknya akan menyetujui pertemuan semacam itu , setelah Seoul menolak usulnya untuk mengirim satu tim militer untuk memeriksa kapal yang tenggelam itu. Pertemuan itu akan diselenggarakan di desa gencatan senjata Panmunjom yang terletak di perbatasan militer antara kedua Korea pada pukul 01:00 GMT (08:00 WIB) Selasa, kata Komando PBB.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang