Mobil baru

X1, BMW MUNGIL BERSOSOK SUV

Kompas.com - 16/07/2010, 04:34 WIB

Mobil dengan kategori crossover dewasa ini sedang populer, terutama yang bersosok sport utility vehicle atau SUV. Mobil berkategori seperti itu digemari karena ground clearance (jarak bagian bawah mobil dari permukaan tanah) relatif tinggi.

Dengan demikian, mobil jenis itu asyik digunakan untuk melakukan rekreasi di alam terbuka karena dapat dengan mudah dikendarai di medan offroad.

Dalam kaitan itulah, PT BMW Indonesia pada hari Kamis (15/7) di XXI Garden Café, Kuningan, Jakarta, meluncurkan BMW X1 yang bersosok SUV. X1 yang dibuat berdasarkan platform BMW Serie 1 bisa menjadi pilihan yang menarik.

Walaupun dibuat dengan platform Serie 1, tetapi X1 sekitar 21 sentimeter lebih panjang. X1 berukuran panjang 4,454 meter, lebar 1,798 meter, dan tinggi 1,545 meter. Jarak as roda depan dan belakang (wheelbase) 2,760 meter.

Jika Anda menginginkan BMW yang bersosok SUV tetapi kurang sreg dengan X6 dan X5, yang berukuran besar, atau X3 yang berukuran kompak, mungkin X1 yang mungil bisa dijadikan pilihan.

Namun, berbeda dengan X6, X5, dan X3 yang benar-benar merupakan SUV, X1 lebih merupakan crossover yang bersosok SUV. Tidak seperti ketiga saudara tuanya yang menggunakan penggerak 4 roda (all wheel drive), X1 menggunakan penggerak roda belakang. Dengan demikian, X1 dapat dikategorikan sebagai SUV kota (city SUV) yang cocok untuk menjalani kehidupan sehari-hari, atau digunakan untuk beraktivitas di medan offroad ringan.

PT BMW Indonesia memasarkan dua varian X1, yakni yang menyandang mesin diesel berkapasitas 2.0 Liter dan yang menyandang mesin bensin berkapasitas 1.8 Liter. Yang diesel dijual dengan harga off the road Rp 688 juta dan yang bensin Rp 598 juta.

Namun, tampaknya, BMW lebih mengedepankan varian yang menyandang mesin diesel.

Mesin diesel berkapasitas 2.0 Liter yang disandang X1 itu dilengkapi dengan sistem injeksi bahan bakar langsung commonrail generasi terbaru, yang diperkuat dengan turbocharger. Itu menjadikan mesin diesel yang menghasilkan tenaga maksimum 177 PK pada 4.000 rpm dan torsi maksimum 350 Nm mulai dari 1.750-3.000 rpm, responsif, getaran halus sehingga tidak berisik, serta efisien dalam mengonsumsi bahan bakar dan ramah terhadap lingkungan.

Dengan 1 liter bahan bakar, X1 diesel dapat menempuh perjalanan sejauh 16,4 kilometer, atau hanya memerlukan 6,1 liter bahan bakar untuk menempuh perjalanan sejauh 100 kilometer.

Namun, karena mesin diesel yang disandang X1 telah memenuhi standar Euro 3, maka untuk pengguna di Indonesia direkomendasikan untuk menggunakan Pertamina Dex (Pertadex), Shell Diesel, Performa dari Total, dan Dynamic Diesel dari Petronas.

Kompas yang pekan lalu mendapatkan kesempatan untuk mengendarai X1 bermesin diesel itu merasakan sendiri betapa responsifnya mobil itu. Begitu melakukan kick down (pedal gas diinjak dalam), tentunya dengan menjaga agar jarum pada tachometer tidak melampaui angka 3.000 rpm, mobil itu langsung melesat dan meninggalkan mobil-mobil lain jauh di belakang. Ukurannya yang mungil itu (di Indonesia, subkompak) membuat X1 sangat lincah dikemudikan di kepadatan lalu lintas.

Untuk mobil bermesin diesel, akselerasi X1 cukup mengesankan. Hanya diperlukan waktu 8,3 detik untuk mencapai kecepatan 100 kilometer per jam dari posisi berhenti. Bukan hanya itu, klaim pabrik menyebutkan kecepatan tertinggi X1 diesel 205 kilometer per jam.

Bagi yang kurang menyukai mobil bermesin diesel, tersedia varian X1 yang menyandang mesin bensin. Namun, karena kapasitas mesin lebih rendah dan juga tidak diperkuat dengan turbocharger, tenaga dan torsi yang dihasilkan masih di bawah varian yang bermesin diesel.

Tenaga maksimum yang dihasilkan mesin bensin itu 105 PK dan torsi maksimumnya 200 Nm pada 3.600 rpm. Akselerasi dari 0-100 kilometer per jam dicapai dalam waktu 10,4 detik. Namun, itu tidak berarti X1 bermesin bensin bisa diremehkan mengingat masing-masing varian memiliki kekuatan dan kelemahan sendiri-sendiri.

Sama seperti X5, X1 juga memperoleh 5 bintang (perolehan tertinggi) dalam uji tabrakan (crash test) yang diadakan oleh European New Car Assessment Programme (Euro NCAP), sebuah lembaga independen yang menguji dan menetapkan tingkat keamanan (safety level) dari mobil-mobil produksi baru. (JL)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau