Dengan demikian, mobil jenis itu asyik digunakan untuk melakukan rekreasi di alam terbuka karena dapat dengan mudah dikendarai di medan offroad.
Dalam kaitan itulah, PT BMW Indonesia pada hari Kamis (15/7) di XXI Garden Café, Kuningan, Jakarta, meluncurkan BMW X1 yang bersosok SUV. X1 yang dibuat berdasarkan platform BMW Serie 1 bisa menjadi pilihan yang menarik.
Walaupun dibuat dengan platform Serie 1, tetapi X1 sekitar 21 sentimeter lebih panjang. X1 berukuran panjang 4,454 meter, lebar 1,798 meter, dan tinggi 1,545 meter. Jarak as roda depan dan belakang (wheelbase) 2,760 meter.
Jika Anda menginginkan BMW yang bersosok SUV tetapi kurang sreg dengan X6 dan X5, yang berukuran besar, atau X3 yang berukuran kompak, mungkin X1 yang mungil bisa dijadikan pilihan.
Namun, berbeda dengan X6, X5, dan X3 yang benar-benar merupakan SUV, X1 lebih merupakan crossover yang bersosok SUV. Tidak seperti ketiga saudara tuanya yang menggunakan penggerak 4 roda (all wheel drive), X1 menggunakan penggerak roda belakang. Dengan demikian, X1 dapat dikategorikan sebagai SUV kota (city SUV) yang cocok untuk menjalani kehidupan sehari-hari, atau digunakan untuk beraktivitas di medan offroad ringan.
PT BMW Indonesia memasarkan dua varian X1, yakni yang menyandang mesin diesel berkapasitas 2.0 Liter dan yang menyandang mesin bensin berkapasitas 1.8 Liter. Yang diesel dijual dengan harga off the road Rp 688 juta dan yang bensin Rp 598 juta.
Namun, tampaknya, BMW lebih mengedepankan varian yang menyandang mesin diesel.
Mesin diesel berkapasitas 2.0 Liter yang disandang X1 itu dilengkapi dengan sistem injeksi bahan bakar langsung commonrail generasi terbaru, yang diperkuat dengan turbocharger. Itu menjadikan mesin diesel yang menghasilkan tenaga maksimum 177 PK pada 4.000 rpm dan torsi maksimum 350 Nm mulai dari 1.750-3.000 rpm, responsif, getaran halus sehingga tidak berisik, serta efisien dalam mengonsumsi bahan bakar dan ramah terhadap lingkungan.
Dengan 1 liter bahan bakar, X1 diesel dapat menempuh perjalanan sejauh 16,4 kilometer, atau hanya memerlukan 6,1 liter bahan bakar untuk menempuh perjalanan sejauh 100 kilometer.
Namun, karena mesin diesel yang disandang X1 telah memenuhi standar Euro 3, maka untuk pengguna di Indonesia direkomendasikan untuk menggunakan Pertamina Dex (Pertadex), Shell Diesel, Performa dari Total, dan Dynamic Diesel dari Petronas.
Kompas
Untuk mobil bermesin diesel, akselerasi X1 cukup mengesankan. Hanya diperlukan waktu 8,3 detik untuk mencapai kecepatan 100 kilometer per jam dari posisi berhenti. Bukan hanya itu, klaim pabrik menyebutkan kecepatan tertinggi X1 diesel 205 kilometer per jam.
Bagi yang kurang menyukai mobil bermesin diesel, tersedia varian X1 yang menyandang mesin bensin. Namun, karena kapasitas mesin lebih rendah dan juga tidak diperkuat dengan turbocharger, tenaga dan torsi yang dihasilkan masih di bawah varian yang bermesin diesel.
Tenaga maksimum yang dihasilkan mesin bensin itu 105 PK dan torsi maksimumnya 200 Nm pada 3.600 rpm. Akselerasi dari 0-100 kilometer per jam dicapai dalam waktu 10,4 detik. Namun, itu tidak berarti X1 bermesin bensin bisa diremehkan mengingat masing-masing varian memiliki kekuatan dan kelemahan sendiri-sendiri.
Sama seperti X5, X1 juga memperoleh 5 bintang (perolehan tertinggi) dalam uji tabrakan (crash test) yang diadakan oleh European New Car Assessment Programme (Euro NCAP), sebuah lembaga independen yang menguji dan menetapkan tingkat keamanan (safety level) dari mobil-mobil produksi baru.