KAMPALA, KOMPAS.com — Uganda dapat menyediakan 2.000 tentara lagi untuk membuat pasukan Uni Afrika di Somalia berada pada kekuatan penuh jika tidak ada negara sukarelawan lainnya.
"Kami mampu menyediakan pasukan yang diperlukan itu jika negara lain gagal untuk melakukannya," kata juru bicara militer, Felix Kulayigye, Kamis (15/7/2010). "Saya harus katakan, bagaimanapun, bahwa saya pikir sudah selayaknya negara lain menyumbang."
Al Shabaab, gerakan gerilyawan Somalia yang diilhami Al Qaeda, mengaku bertanggung jawab atas serangan bom di sebuah bar dan restoran di ibu kota Uganda, Kampala, Minggu, yang menewaskan sedikitnya 73 orang.
Kelompok itu menyatakan, peledakan bom tersebut merupakan balasan atas kehadiran tentara Uganda dalam misi militer Uni Afrika di Mogadishu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang