MALANG, KOMPAS.com - Polres Malang, Jawa Timur, menyita 45 tabung elpiji ukuran tiga kilogram di sejumlah agen, Jumat (16/7/2010) karena berstandar nasional Indonesia (SNI) palsu.
Kepala Satreskrim Polres Malang AKP Hartoyo, mengatakan, penyitaan ini dilakukan usai jajarannya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah subdristibutor elpiji ukuran 3 kilogram.
"Puluhan tabung kami temukan ber-SNI palsu saat kami menggelar sidak di sejumlah subdistributor wilayah Kepanjen dan Pakisaji," ujar Hartoyo saat ditemui di Kecamatan Pakisaji.
Selain menyita, polisi juga memberikan pengarahan kepada pemilik usaha agar lebih memperhatikan kualitas tabung elpiji untuk mencegah peredaran tabung elpiji 3 kilogram yang bocor.
"Kami berharap, dengan melakukan sidak pemilik usaha tidak hanya mencari keuntungan, namun juga memperhatikan keselamatan konsumen atau pembeli," katanya.
Dengan ditemukannya sebanyak 45 tabung ber-SNI palsu, polisi kemudian memasang garis polisi di UD Santosa di Jalan Raya Pepen, Kecamatan Pakisaji.
Dalam satu hari ini, pihak kepolisian wilayah Kabupaten Malang sengaja menerjunkan dua tim untuk melakukan razia tabung elpiji, regulator serta selang, terkait sejumlah peristiwa ledakan yang diakibatkan regulator dan selang yang ber-SNI palsu.
"Setelah kami temukan tabung, regulator dan selang yang tak ber-SNI, kemudian kami lakukan penyitaan," katanya.
Sementara itu, sebelumnya pemerintah melalui Kementerian Perdagangan siap melakukan sidak elpiji ber-SNI palsu di sejumlah daerah di Jawa Timur, sebab di kawasan ini peredaran label SNI palsu telah meluas.
"Bidikan ke Jatim dilakukan mengingat masih tingginya angka ledakan tabung elpiji di daerah ini dan bermuara pada hilangnya nyawa seseorang," kata Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Inayat Iman.
Untuk itu, pemerintah akan menelaah lebih lanjut masalah ledakan tabung elpiji baik di wilayah produsen maupun distribusinya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang