SEMARANG, KOMPAS.com- Meski ada permintaan dari istrinya, Anna Maria Megawati, hingga saat ini, pemegang gelar Super Champions kelas bulu WBA Chris John belum memutuskan untuk "menggantung" sarung tinjunya.
"Saya belum bisa berbicara soal itu sekarang, karena saya sendiri belum memutuskan apa-apa," kata Chris John ketika dihubungi di Semarang, Sabtu (17/7/2010).
Soal sikap dirinya berkaitan dengan permintaan istri dan saran dari mantan petinju nasional Syamsul Anwar Harahap, petinju dengan julukan The Dragon tersebut mengatakan masih dipikirkan terlebih dulu.
Ketika ditanya apakah pertarungan melawan penantangnya dari Argentina, Fernando David Saucedo, November mendatang, merupakan pertarungan terakhir bagi dirinya, dia mengatakan, belum bisa berbicara soal itu karena dirinya belum mengambil keputusan.
Seperti diwartakan sebelumnya, istri Chris John, Anna Maria Megawati, meminta suaminya "menggantung" sarung tinju karena semuanya sudah didapat, baik dari sisi materi maupun prestasi.
"Yang dicari apa lagi, materi sudah ada, prestasi juga sudah. Mumpung dia berada di puncak prestasi akan lebih baik kalau ’gantung’ sarung tinju dan kembali kepada keluarga, mengingat anak-anak sudah mulai besar dan memerlukan perhatiannya.
"Jangan menunggu kalah dulu. Artinya pada saat berada di puncak karier sebagai juara dunia lebih baik ’gantung’ sarung tinju," kata ibu dua orang putri, Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani itu.
Di samping itu, kata mantan atlet wushu Jawa Tengah tersebut, dirinya melihat ada ketidakberesan dalam manajemen Chris John. "Saya tidak ingin Chris John jatuh ke lubang yang sama atau melakukan kesalahan yang sama," katanya menegaskan.
Pengamat tinju yang juga promotor tinju nasional Syamsul Anwar Harahap menyarankan Chris John menggantung sarung tinju atau pensiun selagi namanya masih bagus mengingat usia dan beberapa kali cedera yang dialaminya.
"Rencana pertarungan Chris John melawan Saucedo sudah dua kali gagal digelar di Bali dan di Jakarta karena Chris John cedera. Hal ini menunjukkan bahwa badannya mulai tidak dapat mengikuti tuntutan standar latihan juara dunia," ujar Syamsul.
Menurut dia, pada pertarungan terakhirnya melawan penantangnya dari AS Rocky Juarez, Chris John terlihat kepayahan di ronde-ronde terakhir. Pertarungan yang berlangsung 12 ronde di Las Vegas, AS, 19 September 2009 tersebut dimenangi Chris John dengan angka mutlak.
"Untuk Indonesia, usia 30 merupakan usia yang rawan bagi seorang petinju," kata Syamsul, yang juga petinju top amatir nasional era 1970-an.
Di samping itu, Syamsul menduga ada hal-hal yang kurang beres pada manajemen Chris John. Namun, dia menyatakan tidak tahu persis apa yang menjadi masalah dalam manajemen Chris John.
Ditanya apakah tetap akan bertarung melawan El Vasco (panggilan Fernando David saucedo), Chris John mengatakan, mudah-mudahan saja dan yang jelas saat ini dirinya sedang berkonsentrasi untuk penyembuhan cedera.
"Saya ingin konsentrasi untuk menyembuhkan cedera hingga 100 persen," kata petinju yang sudah 12 kali mempertahankan gelarnya sejak merebutnya dari tangan petinju Kolombia Oscar Leon di Bali 2003.
Ia menjelaskan, untuk penyembuhan cedera dirinya terus melakukan terapi dan ada obat dari dokter. Chris John mengalami cedera tulang iga saat berlatih dengan "sparring partner"-nya, sehingga pertarungan melawan Fernando David Saicedo yang rencananya digelar 26 Juli 2010 di Jakarta akhirnya diundur hingga November mendatang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang