BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Masyarakat Lampung diminta mulai mengurangi ketergantungan terhadap beras sebagai makanan pokok, terutama di tengah kondisi melonjaknya harga beras akhir-akhir ini.
Secara bertahap dilakukan diversifikasi bahan makanan pokok dari jenis lainnya, misalnya jagung, singkong, talas, atau umbi-umbian jenis lainnya. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Lampung I Made Suwetja.
"Kami menargetkan konsumsi ditekan setengah persennya, dari angka konsumsi sekarang ini rata-rata 99,48 kilogram per kapita per tahun di Lampung," ungkapnya. Target menekan konsumsi beras ini telah dijabarkan pula di dalam Peraturan Gubernur Lampung Nomor 46 Tahun 2010.
Menurut dia, kebijakan mengurangi ketergantungan beras sebetulnya merupakan bagian dari kebijakan nasional sebagai bagian dari adaptasi dan antisipasi gejala perubahan iklim.
Konsumsi beras di Lampung, ungkapnya, sebetulnya sudah termasuk rendah jika dibandingkan angka rata-rata nasional, yaitu 139 kg. "Makanya, target pengurangan konsumsi hanya setengah persen. Sementara target nasional 1,5 persen," ujar dia kemudian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang