Kenaikan harga bahan pokok

Pemprov Lampung Tekan Konsumsi Beras

Kompas.com - 18/07/2010, 18:08 WIB

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Masyarakat Lampung diminta mulai mengurangi ketergantungan terhadap beras sebagai makanan pokok, terutama di tengah kondisi melonjaknya harga beras akhir-akhir ini.

Secara bertahap dilakukan diversifikasi bahan makanan pokok dari jenis lainnya, misalnya jagung, singkong, talas, atau umbi-umbian jenis lainnya. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Lampung I Made Suwetja.

"Kami menargetkan konsumsi ditekan setengah persennya, dari angka konsumsi sekarang ini rata-rata 99,48 kilogram per kapita per tahun di Lampung," ungkapnya. Target menekan konsumsi beras ini telah dijabarkan pula di dalam Peraturan Gubernur Lampung Nomor 46 Tahun 2010.

Menurut dia, kebijakan mengurangi ketergantungan beras sebetulnya merupakan bagian dari kebijakan nasional sebagai bagian dari adaptasi dan antisipasi gejala perubahan iklim.

Konsumsi beras di Lampung, ungkapnya, sebetulnya sudah termasuk rendah jika dibandingkan angka rata-rata nasional, yaitu 139 kg. "Makanya, target pengurangan konsumsi hanya setengah persen. Sementara target nasional 1,5 persen," ujar dia kemudian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau