Sambut Tetamu di Gerbang Ambon

Kompas.com - 20/07/2010, 02:58 WIB

Oleh James F. Ayal

Festival dan kompetisi perahu layar "Sail Indonesia ke-10" yang pada tahun ini diselenggarakan di Maluku dengan nama "Sail Banda 2010" diyakini dapat mengukuhkan Kota Ambon sebagai pintu gerbang Indonesia Timur.

Hal itu mulai terlihat dari investasi PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Bandara Pattimura, sebesar Rp800 miliar, pada penyelenggaraan kegiatan bahari bertaraf internasional tersebut.

General Manager PT AP I Cabang Bandara Patimura, Reggynald Kronest mengatakan, anggaran sebesar itu bersumber dari dana internal BUMN Pengelola Bandara itu.

"Itu semua merupakan investasi kami tahun ini dan merupakan dukungan kami terhadap hajat nasional, Sail Banda 2010," katanya.

Menurut dia, investasi sebesar itu difokuskan untuk peningkatan pelayanan di Bandara Patimura terutama sebelum dan saat perayaan puncak "Sail Banda".

PT Angkasa Pura saat ini telah mengganti Radar-VHF-ER di Gunung Nona, Ambon, perbaikan alat navigasi di Saumlaki, perluasan terminal 300 meter persegi dan pengadaan 100 troli tambahan, untuk meningkatkan pelayanan pada para pengunjung.

Di samping itu telah ditambahkan pula, satu garbarata, dua eskalator di terminal kedatangan dan keberangkatan serta dua catu daya untuk pengamanan suplai listrik hingga 100 persen.

"Dari beberapa investasi itu, yang siap sebelum pelaksanaan Sail Banda adalah 100 troli baru, eskalator, catu daya listrik, penataan parkir, dan penambahan dua X-ray," katanya.

Sementara untuk garbarata dan lainnya akan diselesaikan secara bertahap hingga akhir tahun setelah pelaksanaan "Sail Banda 2010".

Reggynald Kronest juga siap menambah jam operasi Bandara Patimura pada malam hari, demi kesuksesan Sail Banda 2010.

"Jika ada permintaan penambahan penerbangan ekstra untuk penerbangan sipil, kami siap operasi hingga 24 jam. Biaya tetap dikenakan terhadap pesawat komersial, sedangkan pesawat militer dan kepolisian tidak akan dikenakan biaya," katanya.

Saat ini, katanya, memang belum ada permintaan penerbangan ekstra untuk maskapai komersial. " permintaan baru untuk pesawat kemiliteran mulai dari TNI AU jenis Sukhoi hingga Hercules C-130, kepolisian dan TNI AD."

Bandara Patimura memiliki panjang landasan pacu 2.500 meter dengan kelengkapan sistem instrumen pendaratan (instrument landing system) yang cukup memadai.

Setiap hari bandara ini, melayani penumpang sekitar 1.000 orang per hari. Terdapat sembilan maskapai, yang melayani rute ke Ambon pulang pergi antara lain PT Garuda Indonesia (sekali sehari), Lion Air (dua kali), Sriwijaya Air (sekali), Batavia Air (dua kali) dan sejumlah rute pendek Ambon dan sekitarnya.

Rute-rute pendek itu dilayani oleh PT Merpati Nusantara, PT Wings Air dan Nusantara Buana Air (NBA) ke sejumlah wilayah di Ambon dan Papua seperti Nabire, Fakfak, Banda, Saumlaki dan lainnya.

Pelabuhan Yos Sudarso

Selain bandara internasional Pattimura di Laha, pintu gerbang utama Ambon adalah Pelabuhan Yos Sudarso yang terletak tidak jauh dari Pusat Kota.

Bila PT. AP I Cabang Bandara Pattimura menginvestasikan Rp800 miliar untuk peningkatan pelayanan peserta dan tamu Sail Banda, Administrator Pelabuhan (Adpel) Ambon memberikan pembebasan biaya jasa pelabuhan, khusus kepada peserta lomba perahu layar tersebut.

"Itu sudah ada Keppres (Keputusan Presiden-red)-nya. Seluruh peserta yang terlibat Sail Banda gratis menggunakan jasa pelabuhan hingga 17 Agustus 2010," kata Administrator Pelabuhan (Adpel) Ambon Benny Tangkuman, di Ambon, Jumat.

Jasa pelabuhan yang digratiskan antara lain jasa tambat, jasa labuh dan uang rambu (jasa rambu), yang selama ini dipungut oleh PT Pelabuhan Indonesia dan Administrator Pelabuhan (uang rambu).

Ketiga biaya jasa pelabuhan tersebut merupakan pemasukan kas negara sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Benny menjelaskan, pada pelaksanaan "Sail Banda 2010",  Teluk Ambon akan dipadati ratusan kapal "yacht" peserta lomba layar, sejumlah kapal perang TNI AL dan negara sahabat serta KRI Soeharso dan USNS Mercy Angkatan Laut Amerika Serikat yang membawa misi bakti sosial pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat Maluku.

Benny tak menyebutkan berapa perkiraan nilai pemasukan negara dari jasa pelabuhan terkait pelaksanaan Sail Banda tersebut.

Kementerian Perhubungan juga memberikan sejumlah bantuan diantaranya perbaikan landasan kontainer dan pengaspalan jalan di kompleks Pelabuhan Yos Sudarso Ambon untuk mendukung tugas-tugas kepelabuhanan, Imigrasi dan Bea Cukai.

Sejumlah peralatan lain yang diberikan Kementerian berupa peralatan rambu-rambu petunjuk arah ke pelabuhan Yos Sudarso, beberapa unit perahu karet yang dapat dioperasikan setiap saat untuk keperluan pemeriksaan berbagai dokumen orang asing, dua "speedboat" untuk melakukan pengawasan di perairan Ambon saat Sail Banda berlangsung, serta membangun posko terpadu di kompelks pelabuhan Yos Sudarso.

"Sarana di pelabuhan Yos Sudarso Ambon telah 90 persen rampung dan hanya menyisakan pemasangan tenda untuk menampung peserta saat puncak acara Sail Banda," kata Benny Gaspersz.

Lokasi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di kawasan Tantui, Kecamatan Sirimau, juga telah dibenahi dengan menggunakan anggaran Kementerian Perhubungan maupun Kementerian Kelautan dan Perikanan, diantaranya pengaspalan jalan masuk, perbaikan pagar keliling, perbaikan landasan dermaga serta lokasi tambat perahu.

Kisar dan Banda

Persiapan juga dilakukan di Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya dan Banda, Kabupaten Maluku Tengah yang akan menjadi lokasi kegiatan Sail Banda.

Perbaikan pelabuhan di Banda Naira, yang akan menjadi lokasi finish peserta Sail Banda juga sudah dilakukan. Diharapkan pelabuhan itu dapat dapat disinggahi kapal-kapal milik TNI AL, termasuk kapal rumah sakit dr. Soeharso yang akan melakukan pengobatan massal di Pulau penghasil pala dan cengkeh itu.

Di pulau bekas pembuangan Proklamator Mohammad Hatta dan tokoh nasional Sultan Syahrir itu, juga telah dibuat lokasi tambat perahu, perbaikan ruas jalan di Namlea hingga menuju ke Bandara Banda Naira.

Tiga unit "buih" yang akan dipasang pada lokasi tambat perahu di Banda Naira, saat ini sedang diangkat kapal Navigasi KMN Alfart yang akan tiba di Ambon 20 Juli mendatang.

Bandara Banda Naira, kendati tidak bisa diperpanjang landasannya, tetapi telah dibersihkan dan ruang tunggunya dan kantor telah direnovasi. "Hanya tinggal pengadaan kursi-kursi untuk para penumpang di ruang tunggu. Semua persiapan di Banda telah rampung," ujar Gaspersz.

Ia menjamin transportasi ke Banda bakal lancar, karena saat ini penerbangan ke pulau yang dikenal sebagai surga bawah laut bagi pencinta olahraga bawah air itu, tersedia dua kali seminggu dan dilayani Nusantara Buana Airlines (NBA), pada Rabu dan Sabtu.

Selain itu, kapal putih milik PT. Pelni KM Ciremai juga akan berangkat ke Banda pada 24 Juli, di samping pesawat milik PT. Merpati Airlines.

"Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah mencarter pesawat khusus untuk melayani penerbangan ke Banda saat puncak kegiatan di Pulau Banda, di samping pengoperasian pesawat milik TNI-AL," tandas Benny.

Di Kisar, Dinas Perhubungan Maluku akan mengerahkan lima unit bus untuk mengangkut para peserta Sail Banda selama kegiatan di pulau yang berbatasan dengan Australia dan Timor Leste itu.

Lima bus yang akan dibawa ke Kisar dengan Landing Craft Tank (LCT) dalam pekan kedua Agustus ini, dibutuhkan untuk mengangkut para peserta upacara peringatan detik-detik Proklamasi di Pulau terluar, mengingat jarak dari pelabuhan ke lokasi upacara Purpura sejauh 10 kilometer.

Sedangkan dermaga di Pulau Kisar juga telah diperbaiki dan diperpanjang menjadi 90 meter, sehingga bisa disinggahi kapal-kapal yang akan dikerahkan untuk mengangkut peserta Sail Banda ke sana.

Begitu pun lapangan terbang perintis di Kisar dengan panjang 750 hingga 900 meter juga siap untuk didarati pesawat berbadan kecil tipe Cassa 212.

"Puncak acara Sail Banda yang akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Ambon pada 3 Agustus 2010 diharapkan dapat mendorong pembangunan maupun pembenahan infrastruktur perhubungan di Maluku," tandas Benny Gaspersz.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau