Honda Tes Konsep Kendaraan Masa Depan

Kompas.com - 20/07/2010, 20:38 WIB

TOKYO, KOMPAS.com — Honda, produsen mobil nomor dua di Jepang dan nomor satu sepeda motor di dunia, berencana memulai demo dan menguji kendaraan listrik generasi masa depan berukuran kecil atau mobilitas personal (kendaraan eksperimen). Jenis kendaraan yang digunakan adalah mobil listrik dan hibrida plug-in, skuter listrik terbarunya (EV-neo scooter) dan kendaraan listrik lainnya.

Uji coba dilakukan di dua daerah, yaitu prefektur Kumamoto dan Saitama di Jepang. Tujuannya, untuk mengetahui daya guna teknologi otomotif sepeda motor dan mobil serta perlengkapan pendukung, misalnya, teknologi komunikasi. Pada uji coba ini, juga digunakan stasiun pengisian energi matahari menggunakan sel surya yang sangat tipis buatan Honda Soltec.

Target sesungguhnya dari program ini adalah realisasi lingkungan rendah karbon untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat di perkotaan.

Pada akhir tahun ini, Honda berencana melanjutkan program ini di Amerika Serikat, dengan target utama yaitu daerah yang padat lalu lintasnya. Di negara tersebut, Honda akan mendemonstrasikan mobil listrik dan kendaraan hibrida plug-in bersama Universitas Standford, Google Inc, dan kota Torrence, California, di bawah Program Demonstrasi Teknologi Maju.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau