Slb

Wah, Guru Anak-Anak Autis Dapat Insentif

Kompas.com - 21/07/2010, 20:12 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Kabar gembira bagi para guru yang mengajar anak-anak autis. Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan menyediakan anggaran untuk tambahan uang intensif Rp 400.000 per bulan. Bantuan dana itu akan diberikan kepada 113 orang guru yang mengajar di lima sekolah luar biasa (SLB).

"Selain diberi uang insentif, para guru juga mendapatkan bimbingan khusus mengajar anak autis," kata Kepala Dinas pendidikan M Zainudin, Rabu (21/7/2010) di Tangerang.

Dari lima SLB tersebut, kata dia, tiga di antaranya adalah Sang Timur Ciledug, Dharma Pertiwi Karawaci, serta SLB Yena. Di SLB tersebut terdapat pendidikan SD, SMP, dan SMA.

Secara terpisah, Anggota Komisi II Bidang Pendidikan DPRD Kota Tangerang mengatakan, sudah seharusnya Pemkot Tangerang membangun sekolah SLB negeri di 13 kecamatan se-Kota Tangerang.

"Sebenarnya banyak pengaduan tidak resmi, banyak anak-anak autis dari kalangan keluarga tak mampu yang tak bisa sekolah," kata Ade.

Akan tetapi, lanjut Ade, hal itu belum bisa diwujudkan karena mendirikan SLB negeri membutuhkan lahan dan anggaran besar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau