Balap mobil f1

Hamilton: Saya dan Button Saling Menghormati

Kompas.com - 22/07/2010, 04:28 WIB

BRISIGHELLA, Selasa - Pemimpin klasemen balapan Formula 1, Lewis Hamilton, mengatakan, rivalitas yang terjadi di tim Red Bull tidak akan terjadi di tim McLaren. Meskipun kini dia bersaing ketat dengan rekannya, Jenson Button, dalam pengumpulan angka, dia dan Button akan tetap saling menghormati.

Hamilton mengungkapkan hal itu di Brisighella, Italia, Selasa (20/7). Pebalap asal Inggris itu berada di Brisighella dalam rangka menerima penghargaan Trofi Lorenzo Bandini. Trofi Lorenzo Bandini merupakan penghargaan yang diberikan sejak tahun 1992 untuk memperingati pebalap Italia yang meninggal terbakar di GP Monako pada 1967. Penghargaan diberikan kepada figur yang tampil luar biasa di ajang otomotif, khususnya F1.

Hamilton kini masih berada di puncak klasemen dengan raihan angka 145 poin. Sementara Button menguntit di posisi kedua dengan nilai 133 poin.

Dengan selisih angka yang hanya 12 poin, Button masih berpeluang menyusul dan menyabet gelar juara dunia. Karena itu, muncul spekulasi akan terjadi rivalitas di antara keduanya.

Situasi persaingan negatif dalam satu tim inilah yang kini terjadi di tim Red Bull antara pebalap Mark Webber dan Sebastian Vettel.

Mark Webber, yang berhasil memenangi balapan di Silverstone, Inggris, pekan lalu, tersulut emosinya setelah Red Bull memilih memasang sayap depan baru ke mobil Sebastian Vettel.

Hal ini membuat Webber kecewa berat. Pebalap asal Australia ini mempertanyakan kebijakan manajemen tim. Meskipun begitu, Red Bull telah mampu meredakan rivalitas kedua pebalap itu.

Ketika ditanya wartawan, apakah situasi seperti itu akan terjadi di tim McLaren, Hamilton memastikan, hal itu tidak akan terjadi. ”Tidak. Kami saling menghormati satu sama lain,” kata Hamilton.

Pada balapan di Silverstone, Hamilton berhasil finis kedua. Sementara Button berhasil finis keempat. ”Dia mengangkat motivasi saya pekan lalu dan saya akan melakukan hal yang sama,” ujar Hamilton.

Menurut dia, balapan tahun ini agak sedikit aneh. ”Saya membalap sangat baik di empat seri dengan dua kali menang dan dua kali di posisi kedua. Tapi, kenyataannya, saya cuma unggul 12 poin atas Button. Kita lihat balapan selanjutnya. Jika saya bisa memperlebar jarak, saya sangat bahagia,” kata Hamilton.

Tetap ketat

Hamilton menambahkan, persaingan ke depan tetap akan ketat. Saat ini, dua pebalap McLaren berada di puncak klasemen dan pada klasemen konstruktor mereka juga berada di atas dengan poin 278 atau unggul 29 angka dari saingan terdekat, Red Bull.

Menurut Hamilton, tim Red Bull kembali akan menunjukkan performa terbaiknya di GP Jerman pekan ini meskipun masalah kedua pebalapnya belum reda.

Tim lain yang layak diwaspadai, kata Hamilton, adalah Mercedes. Dia menilai, tim yang dibela Michael Schumacher itu telah menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan setelah mengalami masa sulit di awal musim. ”Kehadiran Schumacher memberikan dampak yang luar biasa bagi tim Mercedes. Pengalamannya sangat berguna membangun tim. Mercedes kini menjadi pesaing yang serius,” kata Hamilton.

Meskipun demikian, pebalap berusia 25 tahun ini tetap yakin timnya juga akan bisa bersaing untuk meraih podium. Dikatakannya, kekompakan timnya sangat membantu mereka meraih poin yang krusial. ”McLaren punya pengalaman dalam situasi seperti ini. Sejauh ini semua berjalan cukup baik pada musim balapan kali ini,” kata Hamilton.

Sejauh ini McLaren belum memutuskan siapa yang berhak menyandang pebalap nomor satu McLaren. Terutama dalam posisi sekarang, yang di antara kedua pebalapnya belum ada yang dominan memenangi balapan. Keduanya sama-sama berpeluang menyabet juara dunia.

Ketika ditanya, apakah Hamilton berhak sebagai pebalap nomor satu McLaren, pemimpin tim, Martin Whitmarsh, menjawab tegas, ”Belum!”

Dikatakan, Button juga tidak akan melepas peluang itu kepada Hamilton. ”Button akan berjuang mencari kemenangan di balapan pekan ini. Dia sudah menunjukkan diri sebagai pebalap andal. Peluangnya sama sekali belum tertutup,” kata Whitmarsh.

Whitmarsh juga mengatakan, selain Red Bull, timnya juga masih memperhitungkan tim lain, seperti Ferrari dan Mercedes, meskipun selisih poin mereka terpaut jauh, yakni 113 poin.

”Kami selalu belajar dari pengalaman. Mereka tim yang kuat. Masih ada 225 poin yang diperebutkan dan mereka masih berpeluang dengan pebalap seperti Fernando Alonso dan Felipe Massa serta Schumacher dan Nico Rosberg,” ujar Whitmarsh.

Sementara itu, Hamilton dielu- elukan pendukungnya saat tampil bersama pacarnya, Nicole Scherzinger, di Brisighella. Mereka membagikan tiket gratis kepada anak-anak setempat untuk berkunjung ke markas McLaren di Inggris.

Pada kesempatan itu, Hamilton menyampaikan pujian kepada pebalap MotoGP Italia, Valentino Rossi, yang meraih posisi keempat pada seri MotoGP Jerman meskipun baru sembuh dari cedera. ”Dia gila,” ujarnya.

(REUTERS/OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau