Hari anak nasional 2010

Batal Dibacakan, Anak-anak Sangat Kecewa

Kompas.com - 23/07/2010, 11:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - "Suara Anak Indonesia" yang merupakan hasil Kongres Anak Indonesia, batal dibacakan di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Puncak Peringatan Hari Anak Nasional di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Pembatalan tersebut, membuat kecewa ratusan anak yang telah merumuskan delapan butir aspirasinya dalam kongres.

"Kami sangat kecewa. Kami sebagai anak untuk menyuarakan aspirasi kami merasa dibatasi," ujar perwakilan anak Indonesia, Arief Rochman Hakim (16) asal Bangka Belitung di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Jumat (23/7/2010).

"Padahal teman-teman yang lain, sampai sekarang kongresnya masih berlangsung, rencananya mereka mau nonton bareng untuk menyaksikan ini (pembacaan Suara Anak Indonesia," ujar Maesa Ranggawati Kusnandar (15), perwakilan anak Indonesia dari Jawa Barat.

Baik Arief maupun Maesa sebelumnya turut merumuskan Suara Anak Indonesia tersebut dalam Kongres Anak Indonesia 19-24 Juli yang digelar di Bangka Belitung.

Jauh-jauh datang dari Banka Belitung, tiba-tiba, kata Arief, sekitar pukul 08.00 sebelum acara dimulai, mereka mendapat kabar bahwa pembacaan tersebut dibatalkan karena keterbatasan waktu.

"Padahal pembacaanya hanya lima menit. Kami rumuskan di Kongres Anak Indonesia, untuk seluruh anak Indonesia bekumpul hanya untuk membacakan lima menit saja," katanya.

Menurut pendamping kedua anak tersebut, Puspasari, pembacaan Suara Anak Indonesia baru kali ini batal dilakukan. "Biasanya setiap tahun dibacakan, baru sekarang ini," katanya.

Alasan panitia penyelenggara, kata Puspasri, pembatalan tersebut merupakan perintah Istana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau