JAKARTA, KOMPAS.com - "Suara Anak Indonesia" yang merupakan hasil Kongres Anak Indonesia, batal dibacakan di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Puncak Peringatan Hari Anak Nasional di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Pembatalan tersebut, membuat kecewa ratusan anak yang telah merumuskan delapan butir aspirasinya dalam kongres.
"Kami sangat kecewa. Kami sebagai anak untuk menyuarakan aspirasi kami merasa dibatasi," ujar perwakilan anak Indonesia, Arief Rochman Hakim (16) asal Bangka Belitung di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Jumat (23/7/2010).
"Padahal teman-teman yang lain, sampai sekarang kongresnya masih berlangsung, rencananya mereka mau nonton bareng untuk menyaksikan ini (pembacaan Suara Anak Indonesia," ujar Maesa Ranggawati Kusnandar (15), perwakilan anak Indonesia dari Jawa Barat.
Baik Arief maupun Maesa sebelumnya turut merumuskan Suara Anak Indonesia tersebut dalam Kongres Anak Indonesia 19-24 Juli yang digelar di Bangka Belitung.
Jauh-jauh datang dari Banka Belitung, tiba-tiba, kata Arief, sekitar pukul 08.00 sebelum acara dimulai, mereka mendapat kabar bahwa pembacaan tersebut dibatalkan karena keterbatasan waktu.
"Padahal pembacaanya hanya lima menit. Kami rumuskan di Kongres Anak Indonesia, untuk seluruh anak Indonesia bekumpul hanya untuk membacakan lima menit saja," katanya.
Menurut pendamping kedua anak tersebut, Puspasari, pembacaan Suara Anak Indonesia baru kali ini batal dilakukan. "Biasanya setiap tahun dibacakan, baru sekarang ini," katanya.
Alasan panitia penyelenggara, kata Puspasri, pembatalan tersebut merupakan perintah Istana.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang