Sdn rsbi rawamangun 12

Pemerintah: Kasus Ini Wewenang Disdik!

Kompas.com - 26/07/2010, 18:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kasus yang terjadi di SDN RSBI Rawamangun 12 Pagi merupakan wewenang Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Namun, Kementerian Pendidikan Nasional atau Kemendiknas menyatakan tidak akan tinggal diam terhadap apa yang terjadi di sekolah tersebut.

"Itu bukan kewenangannya Mendiknas, tapi Kemendiknas tidak akan berdiam diri," ucap Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Suyanto kepada Kompas.com, Senin (26/7/2010) di Kemendiknas, Jakarta.

Menurutnya, kasus tersebut sudah dibicarakan oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan sudah ada langkah-langkah antisipatif. Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan berkomunikasi mengenai hal tersebut kepada Kemendiknas.

"Saya pernah bicara. Dan akan ditarik kembali (SDN 12) oleh UNJ (Universitas Negeri Jakarta)," ujarnya.

Ditanya mengenai langkah-langkah yang akan dilakukan Kemendiknas dalam menangani kasus tersebut, Suyanto mengatakan, kasus tersebut merupakan wewenang Diknas DKI Jakarta. Jadi, Kemendiknas tidak punya wewenang untuk menindaklanjutinya.

"Untuk lebih jelasnya, lebih baik tanyakan ke Diknas DKI karena itu wewenang mereka," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya di Kompas.com, para orangtua murid SDN RSBI Rawamangun dari anak-anak yang menuntut ilmu di sekolah itu kerap mendapatkan intimidasi, baik oleh pihak sekolah maupun Kasie Dinas Pendidikan Pulogadung 20 Jakarta Timur. Intimidasi itu berbentuk mulai dari ancaman dilarang ujian atau ulangan umum terhadap anak-anak mereka, sampai dikeluarkan dari sekolah.

Akibat sikap kritis para orangtua murid menyoal pengelolaan dana yang tidak transparan oleh pengelola sekolah tersebut, Kepala Seksi Dinas Pendidikan Dasar 02, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Usman, bahkan melayangkan surat permohonan pencabutan status kewilayahan kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo terhadap dua orangtua siswa SDN RSBI tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau