Arafat Pertanyakan Pembukaan Blokir Rekening Gayus

Kompas.com - 26/07/2010, 18:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa Kompol Arafat Enanie mempertanyakan proses penyelidikan oleh tim independen Mabes Polri terhadap pejabat Polri yang membuka blokir rekening Gayus Halomoan Tambunan senilai Rp 28 miliar seperti yang diungkap mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji.

"Susno itu melaporkan bukan proses penyidikan, tapi proses blokir (rekening) dibuka," ucap Arafat seusai mendengarkan pembacaan tanggapan atas dakwaan jaksa penuntut umum atau eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (26/7/2010).

Hal yang sama dipertanyakan oleh tim penasihat hukum Arafat. Selain mempertanyakan pembukaan blokir, mereka juga mempertanyakan penyelidikan tentang pernyataan Susno bahwa ada markus yang berkantor di Mabes Polri. "Benar atau tidak tentang kabar burung itu, masyarakat tidak banyak tahu. Yang jelas sampai saat ini perkara itu tidak pernah ada yang disidangkan," ucap EM Simanjuntak, pengacara Arafat, saat membacakan eksepsi.

Dikatakan Simanjuntak, kliennya tidak dapat mengambil keputusan selama proses penyidikan kasus korupsi dan pencucian uang yang menjerat Gayus. Menurut dia, segala keputusan atau perintah berada di bawah kendali Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim Polri yang saat itu dijabat Brigjen (Pol) Edmond Ilyas, Kepala Unit Kombes Budi Sampurno, Kombes Pambudi Pamungkas, serta Kepala Tim AKBP Muh Anwar.

Seperti diberitakan, Edmond memerintahkan penyidik memblokir rekening Gayus di dua bank setelah Polri menerima laporan hasil analisis dari PPATK yang mencurigai transaksi di rekening Gayus. Ketika Edmond dimutasi menjadi Kepala Polda Lampung, Brigjen (Pol) Raja Erizman menggantikan posisi Edmond.

Lalu, Raja membuka pemblokiran rekening Gayus dengan alasan tidak terbukti terlibat tindak pidana. Polri juga telah membantah mengenai adanya markus yang berkantor di Mabes Polri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau